Saturday, November 28, 2009

Salut buat Greenpeace

"Para aktifis Greenpeace, semoga kalian selalu istiqomah, aku salut sama kalian !"

Aku gak paham juga, apakah para aktifis Grenpeace paham dengan arti Istiqomah, tetapi semoga mereka menangkap makna dari Istiqomah.

Aku selalu salut dengan kiprah Greenpeace, karena aku tidak mampu untuk meniru mereka. Aku hanya supporter Greenpeace dan tidak pernah punya kemampuan maupun keberanian seperti mereka.

Supporter ID No 12568

Dunia ini semakin tua dan semakin kompleks masalahnya, tentu menyakitkan melihat dunia ini makin diporak porandakan oleh para perusak lingkungan hidup.

Dalam era ISO 14001 [lingkungan] yang makin kental ini, ternyata masih ada juga hal-halyang dipandang oleh Greenpeace sebagai tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai prikebumian [analogi dari prikemanusiaan untuk bumi]. Masih banyak terlihat pabrik-pabrik yang tidak ramah lingkungan. Bahkan kadang-kadang terlihat sangat melecehkan masalah isu lingkungan.

Semua ini bisa saja terjadi kerena hukum kita yang "pandai" membedakan antara pelaku yang perlu segera dihukum dan pelaku pelanggar hukum yang tidak harus segera masuk bui.

Koran Tempo hari Minggu, 29 Nop 2009, mengambil teman bedanya pelaku pencurian kakao senilai uang 2.100 [Mbok Minah] dibanding dengan pencuri uang negara sebesar 14,8 Milyar [Mardijo]. Mbok Minah harus segera dikuhum dengan hukuman penjara, sementara itu mas Mardijo cukup dihukum percobaan saja.

Wuihhh... sungguh "pintar" para penegak hukum kita ini dalam memutuskan suatu kasus hukum. Ini juga yang mungkin menyebabkan masih banyaknya pabrik yang lebih mudah bernegosiasi dengan para ahli hukum daripada dengan para ahli lingkungan.

"Rasa Keadilan Yang terluka", begitu koran Tempo menyebutnya.

Andai saja Mandor Sutarno tidak main kuasa, mungkin kasus mbok Minah sudah selesai di tingkat lapangan. Namun kejengkelan mandor Sutarno terhadap para pencuri kakao membuatnya hilang akal sehat dan melaporkan kejadian ini ke tingkat yang lebih lanjut dan akhirnya sampai ke tingkat pengadilan.

Anda saja ada mandor-mandor Sutarno lain yang begitu ganas melihat perilaku para perusak lingkungan, alangkah indahnya dunia ini. Langit akan terlihat bersih dan daratanpun akan terlihat hijau menyejukkan.

Apakah ini mimpi?

Aku percaya ini bukan mimpi, karena kita semua akan mewujudkan impian ini agar menjadi kenyataan. Kita mulai tunjukkan pada lingkungan kita bahwa kita peduli lingkungan.

Blogger bekasi sudah peduli Aids dan tidak ada salahnya kalau Blogger Bekasi juga peduli lingkungan. Semua blogger dimanapun dia berada, apapun nama komunitasnya, akan peduli pada lingkungan dan semua ini nantinya akan membuat yan gtadinya hanya impian seseorang ini kan menjadi kenyataan dan bukan hanya sebuah mimpi.

Itulah kenyataan yang lebih indah dari mimpi.

Kenapa aku peduli dengan greenpeace?

Greenpeace adalah lembaga yang dananya berasal dari anggotanya dan tidak ada campur tangan dari institusi atau lembaga lain, sehingga campur tangan pihak tertentu bisa diminimalisasi sekecil mungkin.

Benarkah Greenpeace bisa sesuci itu?

Semoga !

[CMIIW]

Wednesday, November 25, 2009

Cimart peduli Aids

Tanggal 1 Desember 2009 adalah hari AIDS, dan seluruh warga Cimart sangat mendukung terbebasnya kita semua dari penyakit AIDS.

Jauhi penyakitnya dan Jangan Jauhi Orangnya.

Salut buat teman-teman Blogger Bekasi [BeBlog] yang telah mengadakan kontes SEO Aids untuk menjadikan semua blogger sebagai Duta Aids.

Siapapun pemenangnya tidak begitu perlu, yang lebih perlu adalah gaung dari kontes ini. Semoga gaungnya mampu membuat hari Aids jadi lebih bermakna.

Amin.

Peduli Aids 2009

Peduli Aids 2009

Hentikan Penyebaran AIDS di Wilayah Bekasi dan Blogger siap menjadi DUTA AIDS

Thursday, November 19, 2009

Wouw FUTSAL : NetCom vs CiMarT

Kamis malam tadi, terlaksanalah pertandingan futsal antara tim Netcomm dan tim Cimart berlokasi di JB Futsal.
Cimart yang menurunkan para pemain terbaiknya (karena orang-orang itulah yang datang..he.he.he.), dipaksa untuk mengimbangi kecepatan permainan Tim Netcomm yang diisi oleh darah-darah muda dengan tenaga masih penuh. .
Para pemain tim Cimart terlihat sangat bersemangat untuk menyerang, meskipun selain Hendra dan Bobby usia para pemain sudah agak uzur. Sayangnya, serangan tim Cimart yang dimotori oleh Bobby "Nistelrooy", Pak Ruwi "Eduardo" dan juga Chairunnas "Rooney" lebih sering dimentahkan oleh blocking pertahanan tim Netcomm serta kiper Asep "Sulu". Sebuah tendangan salto kelas dunia yang dilakukan Chairunnas "Rooney" bahkan hanya membentur palang gawang tim Cimart. Saking lebih sukanya melakukan penyerangan, tim Cimart kurang memperhatikan sektor pertahanan. Tidak heran, jika serangan balik tim Netcomm beberapa kali berbuah gol ke dalam gawang Cimart yang dijaga oleh Hendra (belakangan diganti oleh Pak Rivaldi)
Dari kubu tim Netcomm, terlihat kemampuan para pemain lebih merata. Pak Wawan "Tevez" pun yang bertubuh gempal ternyata sangat lincah dalam menggocek bola, menjadikan perannya di tubuh tim Netcomm sangat sentral. Beberapa kali dia turut membantu serangan sehingga membuahkan gol yang dilesakkan oleh para penyerang mudanya ke dalam gawang Cimart.
Secara permainan sebenarnya kedua tim berimbang, masing-masing silih berganti menyerang, namun penyelesaian akhir para penyerang tim Cimart yang kurang efektif membuat gol yang masuk ke gawang tim Netcomm jauh lebih sedikit dibandingkan dengan gol yang masuk ke gawang tim Cimart. 8-3 untuk Netcomm!
Ini sebagian foto-fotonya. Foto yang lebih lengkap akan dirilis oleh Pak Wawan.


Bobby "Nistelrooy" berada di daerah lawan
Silih berganti menyerang
Pak Wawan "Tevez"
Pemain Netcomm kelelahan
Yang tidak ikut semalam, coba terka: siapakah ini?
(Pak Wawan, katanya mau kasih hadiah buat yang jawab benar?)
JB Futsal di malam hari
Kapan kita tanding lagi? Bulan depan?
Salam,
Ceppi Prihadi

Tuesday, November 17, 2009

Flash Back Komunitas Cikarang Baru

Awalnya hanya celetukan ringan di milis Cikarang baru yang kemudian ditindaklanjuti dengan pertemuan 14 [empat belas] orang di sebuah Saung Teras pada tanggal 14 Pebruari 2009, maka tercetuslah ide untuk membuat sebuah komunitas yang bisa membangkitkan semangat wirausahawan di lingkungan Cikarang baru.

Ide terus bergulir dan akhirnya pada pertemuan ke tiga, di Jalan Puspita VII Blok T.26 Montana, tersusunlah pengurus yang cukup lengkap. Dari jajaran pengurus inti muncul nama Afrizal yang sehari-harinya adalah pengusaha butik baju Muslim Poeti dan mendapat kepercayaan sebagai Ketua Umum Komunitas.

Dari Dewan Pengawas Komunitas ini muncul nama Eko Sutrisno HP yang lebih populer dengan panggilan Pak Dhe Eshape, karena sering menulis cerita di blog dengan pak Dhe sebagai tokoh sentralnya.

Masih banyak nama-nama "beken" di komunitas ini, karena memang anggota komunitas ini sangat heterogen. mulai dari karyawan pabrik sampai pengusaha restoran besar, semuanya kumpul di komunitas ini.

Hari demi hari anggota komunitas ini terus bertambah. Mulai dari mereka yang setor saham sebesar satu juta rupiah sampai mereka yang setor maksimal empat juta rupiah. Penguruspun mulai mencari alterbatif usaha yang dapat memanfaatkan modal yang mulai terkumpul dan tuntutan dari anggota agar modal segera dimanfaatkan.

Pilihanpun akhirnya jatuh pada bisnis sembako murah dan dengan tetap menjaga kualitas. Mulailah dilakukan survey terhadap rumah-rumah penggilingan beras yang bertebaran di sekitar Cikarang sampai Kerawang.

Bisnis Beras ini ternyata menarik dan laris manis. Semua ini karena beras yang diambil langsung dari petani langsung ludes, sehingga beras yang dijual masih dalam kondisi yang sangat segar. Harga yang murah juga menjadi andalan dari bisnis beras ini. Harga murah ini didapat karena selain keuntungan yang diambil tidak banyak, juga karena harga beli yang murah karena langsung dari petani tanpa melalui perantara.

Larisnya bisnis beras ini membuat muncul slogan baru untuk komunitas ini. "Solusi Belanja Hemat!", begitu slogan yang kemudian menjadi sangat populer, karena memang tenaga pemasar komunitas ini sangat banyak dan beragam, sesuai dengan ragam anggota komunitas.

Lucunya, sudah berjalan sekian lamanya, tetapi nama komunitas sendiri masih belum ada. Justru nama usahanya yang lebih dahulu ada. Nama toko "CiMart" sudah lebih dahulu terkenal dibanding nama komunitas yang akhirnya memakai nama Komunitas Insan Mandiri.

Keaktifan pengurus komunitas yang kadang-kadang ekstra luar biasa membuat tiada hari Minggu tanpa kegiatan. Di hari libur inilah semua anggota Cimart, begitu lebih dikenal dibanding anggota komunitas Insan Mandiri, dapat lebih sering bertemu.

Naik sepeda rame-rame, start di rumah salah satu pengurus dan kemudian finish di salah satu tempat kegiatan usaha anggota Cimart atau malah rame-rame "ngamen" untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah gempa di Sumatera Barat. Merupakan kegiatan yang ringan dan mampu membuat kekerabatan di komunitas ini semakin terjaga keeratannya.



Waktu terus berlalu dan akhirnya Toko Cimart yang tadinya berada di sebuah kawasan dalam kompleks terasa sudah tidak bisa dikembangkan lagi, sehingga perlu dipindah ke lokasi yang lebih terbuka dan lebih menantang.

Tidak tanggung-tanggung, toko Cimart langsung buka di jalan utama dan berhadapan langsung dengan toko "Mart" yang lain. Sebuah keputusan yang cukup berat diambil, karena sebagian anggota masih takut untuk berhadapan langsung dengan pesaing yang terlihat begitu perkasa seperti raksasa sementara Toko Cimart lebih terlhat seperti anak kecil yang masih berjalan dengan tertatih-tatih.

"Maju sekarang atau Mati", kira-kira begitulah yang ada dalam benak para anggota yang ingin usaha bersama ini segera memberikan hasil yang signifikan. Selama ini bisnis usaha bersama CiMart lebih banyak memanfaatkan pembelian dari anggota saja, sementara pembelian dari non anggota masih sangat minim, sehingga perlu suatu upaya agar mulai ada pembelian dari non anggota Cimart.

Genderang sudah ditabuh dan sudah tidak bisa mundur lagi, maka para anggota yang tertidurpun dibangunkan agar usaha bersama ini bisa bangkit melawan usaha toko raksasa yang sekarang tepat berada di depannya.

Soft launchingpun digelar. Band Cimart yang terbentuk kemudian ikut memeriahkan acara soft launching toko Cimart. Pembeli non anggotapun akhirnya mulai melirik toko kecil yang terlihat sederhana tetapi ternyata harganya selalu bersaing dengan toko Mart lain yang juga ada di sekitar toko Cimart.



Anggota Cimart yang sebagian besar adalah aktifis di lingkungan masing-masing juga terlihat sangat berperan. Semua kegiatan sosial yang memerlukan pembelian sembako selalu dilewatkan melalui toko Cimart. Yang membanggakan adalah tidak adanya nuansa KKN di bisnis ini. Semua harga yang diberikan oleh Cimart memang berada di bawah harga penawar paket sembako yang diberikan oleh penawar lain.

Mengalirlah order paket sembako, baik untuk kegiatan ke panti asuhan, kegiatan bakti sosial ataupun kegiatan peduli bencana.

Koperasi-koperasi yang ada di sekitar Cikarang juga mulai melirik toko kecil ini. Toko kecil inipun terus menggeliat untuk membesarkan dirinya. Modal yang tadinya terasa kurang karena semua pembelian harus kontan, lambat laun mulai boleh berhutang dan bahkan ada beberapa produk yang tanpa mengeluarkan modal sama sekali.

Titipan-titipan jualan dari anggota maupun non anggota terus bertambah, sehingga modal tidak perlu dikeluarkan lagi untuk model titipan penjualan ini. Dengan demikian maka modal yang ada bisa dipakai untuk hal-hal lain.

Banyaknya nggota yang melek internet dan kesadaran akan pentingnya dunia maya untuk mendongkrak penjualan toko ini, maka beberapa kegiatan yang berhubungan dengan internet dilakukan oleh komunitas ini. Tidak tanggung-tanggung, komunitas ini langsung bekerja sama dengan Kompasiana mengadakan blogshop yang sangat diminati oleh masyarakat Cikarang dan sekitarnya.

Dua radio besar, Gaya FM dan RGA, ikut berpatisipasi juga dalam acara ini, baik sebagai sponsor maupun sebagai corong publikasi acara blogshop ini. Blogger Kompasiana, aktifis TDA Bekasi dan sekaligus juga Dewan Komisaris Komunitas ini, pak Dhe Eshape, ditampilkan dalam acara talkshow yang disiarkan secara live, sehingga membuat acara blogshop ini makin terasa gaungnya.

Kesuksesan acara ini membuat Cimart akhirnya melaksanakan kegiatan serupa yang lebih seru dengan judul "Duel Joomla vs Blogger" dan kegiatan ini sekarang dilakukan tanpa menggandeng nama besar Kompasiana lagi. Cimart sudah jauh terkenal dibanding saat pertama didirikan, sehingga sudah cukup kuat untuk berdiri sendiri dan bekerja sama dengan instansi/isntitusi yang ada di sekitar Cimart.

Kegiatan ini sekalian dipakai juga untuk launching situs barui Cimart yang tampilannya jauh lebih mentereng dibanding tampilan yang lalu. Bila situs Cimart yang dulu memakai layanan gratis dari blogger, maka sekarang Cimart sudah memakai layanan berbayar. Silahkan simak wajah baru Cimart di http://ubcimart.com/

Thursday, September 17, 2009

Notebook Acer AOP 531

Di penghujung ramadhan ini, karyawan cimart mendapatkan THR walaupun masa kerjanya masih ada yang dibawah satu bulan, hasil saweran terbatas anggota cimart. Inilah salah satu bentuk solidaritas yang tinggi untuk memajukan cimart, dengan cara ikut memperhatikan kesejahteraan karyawannya.

Setelah karyawan mendapat THR, giliran beberapa anggota cimart yang mendapat fasilitas kredit tanpa bunga yang dikucurkan langsung oleh Dirutnya bersama dekom dan owner RM Sami Kuring, sebagai bentuk kepedulian dan berbagi atas kelapangan rezeki yang diberikan Sang Pencipta. Tentu saja hal ini disambut dengan penuh suka cita, keinginan memiliki laptop untuk mempermudah usaha segera terlaksana

Penyerahan secara simbolis Notbook Acer AOP 531 dari Netcomm ke anggota Cimart

Selain untuk menunjang kelancaran usaha anggotanya juga secara tidak langsung menunjang aktifitas Cimart. Alhamdulillah ya Allah, keinginan untuk memiliki laptop segera terpenuhi sehingga untuk segera full TDA insya allah semakin terbuka.
Ada satu kalimat yang keluar dari Pak Dirut yang begitu mendalam, "kita tidak mencari keuntungan dari kredit laptop ini, hanya membantu anggota karena diberikan keleluasan rezeki oleh Allah. Insya Allah, keuntungannya akan diperoleh dari jalan lain yang tidak diduga-duga".
Benar-benar seorang pebisnis sejati dengan semangat spiritual yang tinggi. Mudah-mudahan kita meniru jejak Pak Dirut.

Monday, September 7, 2009

Perjuangan terus berlangsung

Membaca cerita pak Wawan, pak Ceppi dan Pak Nana, hatiku rasanya trenyuh banget. Coba semua Cimarter kayak beliau, pasti besok lusa Cimart sudah melesat bak pesawat jet.

Kayaknya hanya pak Firman yang bisa mengimbangi cerita ini.

Silahkan disimak perjalanan para beliau di bawah ini :

+++

Setelah habis berbuka Puasa dan Shallat maghrib kita Survey harga dulu ke Cxxx4.

Ternyata disana harga malah lebih mahal dari yang di Plaza Jx (Info Pak Nana)…jadi kita lanjutkankan ke Plaza Jx. Di Plaza Jx kita langsung membeli 200 Sirup tapi nggak gampang ternyata…pelayan nya agak sedikit “Keder”..memisahkan Sirup berdasarkan Type/Jenis.. (Memang harusnya demikian)..

pelayan yg sebanyak 4 orang saling membantu dan memisahkan barang…trus nggak tahunya tercampur pula dengan yg harganya lebih mahal.

Pokoke ribet dech….sampai-sampai kita (Pak Nana, Pak Ceppi, Saya) agak nggak sabar dengan hal ini…karena Pak Nana udah laperrrrrr…..eh…nggak tahunya setelah bayar…salah harga pula lagi….mesti pake acara refund segala…yang saya bayar 1.345.XXX, seharusnya 1.109.xxx (Lupa saya pastinya)

Akhirnya saya dan Pak Ceppi angkut barang dulu ke mobil bersama 2 orang pegawainya, sementara Pak Nana ngurusin Refund tsb. Beres masukin barang-barang kedalam Mobil Pak Nana juga datang…akhirnya kita lega…bisa pulang dengan jalan perlahan-lahan…(Takut Pada Pecah tuch Botol)…

Ketika kita semua sampai di depan Printect (Sebelum RS HI)..Pak Ceppi Teriak “Astagfirullah”…

"Barang belanjaan saya ketinggalan…”

Waktu belanja tadi Pak Ceppi sempat beli 15 Pulfy Orange …dan tertinggal di samping Tiang/dekat tangga keluar JB…

Akhirnya saya langsung Manuver lagi ke JB…sambil berharap dan Berdo’a belanjaan tadi tetap ada di tempatnya….

Sesampainya didepan JB langsung Pak Ceppi berlari menuju JB..saya dan Pak Nana menunggu di pinggir jalan….terlihat oleh saya Pak Ceppi membawa 1 kantong bungkusan…

”Alhamdulillah..puji syukur ya Allah” barang tersebut masih ada di tempatnya…walaupun ada 2 orang Cleaning Service yang menunggu di dekat situ…(Memang nungguin tuch barang… ”malaikat mungkin”).

Akhirnya kita bisa pulang dengan lega dan bahagia.

Pak Ceppi sempat bercerita kalau akhir-akhir ini sering lupa…nggak tahu kenapa katanya…saya bilang jangan terlalu dipikirkan Pak. CIMART mungkin yang telah menyita banyak waktu untuk Pak Ceppi.

Saya terharu….Soo , Ayoo kita bantu Pak Ceppi memikirkan CIMART…supaya pekerjaan Pak Ceppi menjadi lebih mudah, Lebih santai.

Masih banyak yg mesti di benahi di CIMART (Seperti e-mail nya Pak Firman di bawah). Itu baru sebagian…yang lain masih banyak….mari kita lakukan secara bertahap…bersama-sama…

Kalau di mattel ada slogan “Together we can…mungkin saya tambahkan untuk CIMART menjadi “Together we can, Striving to be the Best.”.

Sesampainya di Ruko langsung mobil saya Parkir di depan, Dicky dan Hendra [yang benar Boby] langsung menurunkan Kardus-Kardus Sirop tersebut. Sementara Pak Nana langsung Pulang karena ada pekerjaan yg harus di selesaikannya.

Saya langsung pesan Batagor setengah Porsi untuk mengganjal perut…trus ada Mangga Gincu dan berbagi dengan Pak Ceppi (Pak Nana nggak kebagian nich), bagian saya saya berikan 1 buat Bapak Batagor, dan 1 buat Bapak Martabak.

Alhamdulillah…ada kebahagiaan tersendiri dalam menjalankan hal tersebut.

Salam

Wawan

+++

Luar biasa perjuangan mereka-mereka. Semoga mendapat balasan amal yang baik dari Tuhan. Amin

Monday, August 24, 2009

Pengeluaran 2x lipat di bulan Ramadhan, berkah atau bencana

Image111

Bulan Ramadhan benar-benar bulan penuh rahmat dan penuh berkah. Semua orang bergembira bahkan yang beda keyakinan-pun ikut merasakan kegembiraan. Pokoknya semuanya mengalami kegembiraan.

Tetapi entah kenapa dari tahun ke tahun selalu ada yang menjadi ganjelan dalam hati saya yaitu kenapa pada setiap bulan puasa pengeluaran selalu bertambah 2x lipat... kenapa..???

Coba mari kita hitung, setiap buka puasa kita selalu beli takjil (makan buat buka) dan minimal uang yang keluar adalah Rp. 5.000. Kalau kita puasa 30 hari berarti sudah Rp. 150.000 minimal yang harus kita keluarkan.

Belum lagi urusan beli baju lebaran. Memang beli baju lebaran bukan wajib tetapi kok kelihatannya menjadi suatu tradisi bahwa setiap lebaran minimal 1 potong kita harus beli biarpun itu cuma kaos yang harganya Rp. 50.000,-. Bayangkan kalau 1 orang itu mengeluarkan uang Rp. 100.000 buat belanja pakaian, berapa milyar uang yang beredar.... LUAR BIASA

Ada lagi tradisi yang tidak bisa dihilangkan yaitu tradisi mudik atau kalau orang-orang sering ngomong itu namanya tradisi pembantu dan saya juga termasuk orang yang punya tradisi pembantu ini yang setiap tahun harus Tour De Java ke ciamis lalu lanjut ke surabaya terus balik lagi ke Bekasi.

Setiap orang kalau sudah kena urusan mudik, urusan yang lainnya jadi nomor sekian, orang rela tidur di stasiun demi tiket, naik motor ber-tiga juga oke asalkan bisa pulang kampung. Kalau kita hitung... sudah berapa ratus juta uang yang dikeluarkan buat mudik. Kenapa kita harus mudik...?? kenapa tidak diganti dengan Tele Conference aja yang lebih murah meriah...??

Saya punya pandangan sendiri mengenai keadaan dan situasi pada waktu Ramadhan ini. Dulu saya menganggap kalau beli takjil pada waktu buka puasa itu pemborosan padahal kalau kita mau langsung ber-buka dengan makan nasi pasti kita bisa kenyang tanpa perlu gorengan atau minum teh, toh buat mereka yang sering puasa senin kamis saya yakin juga tidak terlalu merasakan perubahan ini.

Mudik-pun bukan cuma urusan pulang kampung lalu balik lagi ke kehidupan "normal". Mudik bagi saya itu adalah sebagai sarana "istirahat" sejenak setelah saya melakukan rally panjang selama 11 bulan untuk menguber dunia. Mudik sebagai sarana silturahmi yang paling murah, kenapa... sebab pada waktu mudik kita bisa ketemu dengan kawan lama waktu sekolah dulu, ketemu dengan mantan pacar yang sudah membawa momongan, ketemu teman ugal-ugalan yang sekarang sudah tobat. Semuanya bisa ketemu di suatu tempat, di suatu waktu dengan penuh dengan rasa nostalgia. Tentu saja yang terpenting adalah bisa bertemu dengan orang tua yang masih hidup, tetapi inipun mungkin sensasinya akan beda kalau kita bisa ketemu dengan orang yang pernah menggoreskan cerita suka dalam kehidupan masa lampau. Bayangkan kalau tidak ada tradisi mudik, kapan kita bisa ketemu mantan...?? kapan kita bisa ketemu preman tobat..??

Image117

Kembali ke soal makanan, TUHAN Maha Adil, TUHAN Maha segala-galanya... di bulan penuh berkah ini Tuhan menurunkan berkah dan menunjukkan kasih sayangnya kepada semua umat manusia walaupun manusia tersebut bukan muslim. Di bulan penuh rahmat ini selalu saja ada rejeki yang bisa dibagi buat pedagang kecil apalagi buat pedagang besar.

Pedagang yang kecipratan bisnis musiman ini adalah pedagang makanan kecil, kue kering, baju muslim mulai bayi sampai dewasa, perlengkapan muslim bahkan pedagang komputer seperti sayapun juga dapat berkah dari bulan Ramadhan ini meskipun sebetulnya tidak ada hubungannya secara langsung.

Untuk menghadapi bulan Ramadhan ini, sebaiknya kita tidak hanya sebagai konsumen saja yang hanya bisa membeli, alangkah baiknya jika kita juga ikut berpartisipasi dalam menyambut bulan penuh berkah ini dengan ikut berjualan.

Jualan apaan....??? pertanyaan yang selalu muncul jika pertama kali ditanya. Jawabnya gampang banget, jualan apa yang dibutuhkan orang seperti yang sudah saya sebutkan di atas.

"malu ah jualan begituan... di kantor gua kan manager"

"jangan malu... pikirin aja duitnya nanti malu juga hilang sendiri setelah dapat duit, hal seperti ini harus sering dilatih" Saya menuliskan untuk tidak takut jadi pengusaha disini.

Memang betul apa yang sering saya dengar bahwa bulan Ramadhan ini adalah bulan penuh berkah, penuh hikmah dan penuh-penuh yang lainnya. Mari kita sama-sama meraih keberkahan buat di akherat dengan menjalankan ibadah puasa sebaik-baiknya sesuai dengan ajaran dan juga mari kita meraih rejeki di bulan ini dengan melakukan perdagangan, melakukan latihan wirausaha biar selepas bulan Ramadhan ini pikiran dan mental kita kecuci bersih dan kita siap menjadi entrepreneur yang handal.

Salam sukses dunia akherat,