Tuesday, June 23, 2009

Panduan Mastermind [artikel ke 100]

1. Definisi

Kelompok Mastermind adalah kelompok-kelompok kecil yang memiliki komitmen tinggi yang beranggotakan para pebisnis dan atau calon pebisnis untuk mencapai target yang disepakati bersama. Dengan adanya kelompok mastermind ini diharapkan para pebisnis akan memiliki lingkungan (miliu) yang positif yang dapat mendukung perkembangan bisnisnya.
Dari kelompok ini diharapkan akan menghasilkan para pebisnis tangguh, memiliki perilaku untuk saling membantu sesama anggotanya, serta memiliki jaringan kerja (network) yang kuat. Kelompok Mastermind memiliki kurikulum & referensi yang dijadikan acuan dalam setiap pembahasan.

2. Tujuan & manfaat

Tujuan utama dari dibentuknya Kelompok Mastermind adalah agar bisnis dari setiap anggotanya dapat berkembang secara optimal. Tujuan ini tercapai dengan adanya saling mendukung di antara anggota.

Beberapa manfaat dari Kelompok Mastermind:
• Memiliki konsultan gratis
• Mendapat lingkungan yg mendukung bisnis
• Belajar dari sesama anggota
• Timbulnya ide2 baru
• Mendapatkan semangat/energy baru dlm menjalankan bisnis
• Memiliki tempat curhat
• Menumbuhkan & menjaga motivasi bisnis
• Menambah network

3. Nilai-nilai yang harus ditegakkan

• Komitmen
• Give & Take
• Saling Percaya
• Kejujuran
• Keterbukaan
• Solidaritas & kebersamaan
• Tidak ada figuritas

4. Cara pembentukan Kelompok Mastermind

Bagaimana cara membentuk Kelompok Mastermind?
• Mengumpulkan calon angota yg bersepakat membentuk KMM
• Bangun komitmen unutk membetuk KMM dgn mempertimbangkan kemudahan untuk bertemu (tempat & waktu)
• Menentukan tempat & waktu default pertemuan
• Kumpulkan biodata
• Tunjuk satu koordinator & notulis
• Daftarkan ke divisi MM TDA. Hanya yg teregister yang di akui
• Dianjurkan memiliki beragam latar belakang bisnis

5. Keanggotaan

• Siapa?
l. Para pebisnis dan atau calon pebisnis
ll. Untuk memudahkan bertemu, dianjuran yang memiliki kedekatan goegrafis
lll. Memiliki kesamaan level bisnis
iv. Dianjurkan pria & wanita dipisah dgn pertimbangan kedekatan emosional & psikologis
v. Tidak diijinkan memiliki keanggotaan lebih dari 1 KMM

• Jumlah
l. Jumlah anggota yang optimal 5 ~ 8 orang
ll. Terlalu banyak anggota akan tidak efektif pertemuanya
lll. Terlulu sedikit, jumlah masukan akan sedikit

• Tugas Koordinator
i. Sebagai pintu komunikasi ke ketua divisi MM TDA & pihak lainnya
ii. Mengkoordinir pertemuan rutin

• Cara masuk
i. Lihat ke http://tdamastermind.blogspot.com untuk mendaptkan info KMM yg terdekat
ii. Menghubungi koordinator Kelompok Mastermind untuk menanyakan status keanggotaan Kelompok Mastermind ybs, masih terbuka atau sudah tertutup.

• Cara pindah KMM
i. Alasan pindah
- Jarak
- Waktu
- Atau sebab lainnya
ii. Lapor ke coordinator KMM untuk diteruskan ke div MM TDA

• Mastermind Online
Untuk wilayah yang anggotanya masih belum mencukupi untuk membentuk 1 kelompok mastermind maka bisa bergabung dengan anggota dari wilayah lain dengan sistem online, tetapi hal ini hanya untuk sementara sebelum anggota mencapai jumlah yg cukup.

• Komitmen
Untuk menjaga komitmen setiap anggota maka perlu dibuat ketentuan bahwa setiap anggota KMM wajib hadir pada setiap pertemuan mastermind yang sudah disepakati bersama.
Apabila selama 3 kali berturut-turut tidak hadir tanpa alasan kuat yang bisa dibenarkan oleh seluruh anggota KMM maka secara otomatis keanggotaannya dinyatakan gugur.

6. Kurikulum RDBPSAP (Reason (alasan), Dream (mimpi), Believe (percaya), Passion (keinginan), Strategy (siasat), Action (tindakan), Pray (doa))

7. Kegiatan
• Pertemuan rutin
i. Sharing (pengungkapan perasaan, winning dll) What I fell like expression (WIFLE)
ii. 2 ~ 3 jam. Masing2 anggota 15 menit (10 menit sharing, 5 menit tanggapan)
iii. Sharing ilmu bisnis
iv. Ada notulis & timer & moderator

• Kunjungan bisnis
• Pelatihan/workshop
• Raker, setahun sekali, untuk menyusun program kerja setahun ke depan

8. Referensi
Buku yang bisa dijadikan referensi:
1. Master Your Mind Design Your Destiny – Adam Kho with Stuart Tan
2. The Seven Habits of Highly Effective People – Stephen R. Covey
3. Financial Revolution – Tung Desem Waringin
4. Blue Ocean Strategy – W. Chan Kim & Renee Mauborgne
5. Billionaire in Training – Bradley J. Sugars
6. Instant Series by Bradley J. Sugars:
a. Instant Leads
b. Instant Promotions
c. Instant Sales
d. Instant Profit
e. Instant Cashflow
f. Instant Systems
g. Instans Team Building
h. Silakan ditambahkan sesuai kebutuhan

9. Tempat, Waktu & Konsumsi
• Dianjurkan tempat yang tidak berbiaya mahal, tidak bising
• Tempat pertemuan sebaiknya dibuat bervariasi. Di alam terbuka & tempat-tempat yang bisa memberikan inspirasi sangat dianjurkan
• Dianjurkan seminggu sekali
• Durasi pertemuan 2~3 jam
• Konsumsi yg sederhana shg tidak memberatkan anggota

10. Media komunikasi
• Buat media komunikasi antar anggota (SMS, Blog, milis, Facebook dll)

11. Leveling
i. Level Start Up : omset bisnis 0 – 500 Jt / thn
ii. Level Growing-1 : omset bisnis 500 Jt – 1 M / thn
iii. Level Growing-2 : omset bisnis 1 M – 10 M / thn
iv. Level Growing-3 : omset bisnis 10 M – 100 M / thn
v. Level Growing-4 : omset bisnis diatas 100 M / thn

Untuk wilayah dengan anggota yang sudah cukup banyak maka sistem leveling ini bisa diterapkan, namun apabila anggotanya masih sedikit maka antar level bisa digabung.

12. Kewajiban Membina Kelompok MM Lainnya
Setiap anggota kelompok mastermind pada level growing wajib membina kelompok lainnya yg berada pada level di bawahnya. Kewajiban pembinaan ini menjadi tanggungjawab kelompok mastermind dan bukan perorangan.
13. Tujuh Rahasia
Tujuh rahasia untuk menciptakan dan mempertahankan sebuah kelompok mastermind yang sukses adalah sebagai berikut:

1. Kita harus mempunyai tim dengan sudut pandang dan latar belakang yang beraneka ragam.

Karena kita menginginkan perspektif yang berbeda, maka orang-orang dalam tim harus berasal dari industri atau bidang keahlian yang berbeda pula. Ketika megembangkan atau menyusun ulang ide-ide dari perspektif yang berbeda, ide yang lebih baik biasanya akan diperoleh.

2. Pilihlah seseorang untuk memimpin kelompok

Jika mastermind beranggotakan lima atau lebih, maka sudah saatnya menunjuk seorang pemimpin. Pemimpin akan menjaga tim tetap di jalan yang tepat. Membantu semua orang dalam membuka pemikiran mereka pada saat proses menghasilkan ide.

3. Buatlah sebuah tujuan bersama.

Sebuah tim akan efektif jika tujuan atau hasil yang ingin dicapai jelas. Hampir semua mastermind yang kekurangan visi dan sebuah tujuan bersama akan mengalami kegagalan.

4. Milikilah agenda

Agenda ini sangat penting untuk menjaga tim mastermind tetap terfokus pada saat pertemuan.

5. Bukalah pikiran.

Masing-masing anggota tim harus tetap terbuka. Ketika sebuah ide pertama kali dikemukakan, catatlah ide tersebut tanpa melakukan perubahan. Baru setelah semua ide dikemukakan, baru diteliti satu persatu. Kembangkanlah masing-masing ide sehingga diperoleh ide yang lebih bagus. Lalu pilihlah ide yang paling efektif, dan ambillah tindakan.

6. Berikan waktu tertentu dan adakanlah pertemuan secara teratur.

Pertemun yang efektif sebaiknya setiap minggu, atau minimal dua kali sebulan. Pertemuan yang teratur dan konsisten sangat penting. Jika tidak, momentum dan antusiasme akan menurun.

7. Bersenang-senanglah.

Bersenang-senanglah, have Fun... Ini adalah hal yang paling penting. Karena jika kita dan semua orang yang ada dalam kelompok mastermind bergembira, maka kualitas dari ide-ide akan naik.

Sumber : Meet And Grow Rich by Joe Vitale and Bill Hibbler


diambil dari tulisan mas Rujiyanto
panduan ini juga dimuat di blog mastermind Cikarang
.....

...

.

WARUNG NDESO .......!!!

WARUNG NDESO


Kemarin siang saat sedang menikmati istirahat makan siang di kantor.....datang seorang remaja membagikan brosure....

Tadinya saya pikir brosure seperti biasa .... yang sering di bagikan / di taruh di pagar depan ....... tapi setelah saya baca brosure tsb agak berbeda dari yang lain ....

Berbedanya .....di bagian atas brosure bertuliskan : " Solusi Gizi di saat krisis " .... sehat - nikmat - murah dari " Warung NDESO " ......
Yang bikin saya bertanya, dengan paket menu (Nasi + Ikan mas/Mujair/Udang/Ayam goreng + Lalap + Sambal + Teh Tawar) harganya Cuma ... Rp 7.500.-.....

Ada keterangan dibawahnya lagi : khusus promosi hari ini (22 Juni) .... GRATIS .....

Sayangnya pas saya terima brosure itu saya lagi makan siang.... apa boleh buat .... saya tahan dulu keinginan untuk mencoba warung makan baru " Warung Ndeso" tsb.

Selepas shalat ashar ..... penasaran saya muncul lagi ........dengan mengendarai spd motor saya sambangi juga "Warung Ndeso" tsb ...... yang kebetulan letaknya tidak jauh dari kantor saya ..... ada di Jl. Rusa Raya Ckrg Baru... dekat dengan warung Kupat Tahu bandung pak Ato.....

Kesan pertama waktu sampai di depan warung ndeso ...suasana pedesaan terasa .... karena design dinding depan menggunakan geribik bambu yang dianyam rapih .......
Ketika masuk kedalam masih kelihatan belum ramai (mungkin baru pertama buka hari itu) ....penataan ruang dalam cukup asri .... ada meja - kursi makan .... ada juga yang model lesehan.....kemudian di ujung sebelah kanan terdapat etalase menu......
Didepan etalase menu ada lalapan dan 2 jenis sambel (mentah & goreng)....


Dengan disambut ramah oleh pelayan.... saya dipersilahkan ambil sendiri menu yang tersedia...

walaupun siang tadi sudah makan .... tapi setelah melihat menu yang ada ... jadi lapar lagi nih (dasar perut..!!!) ......

Saya putuskan ambil menu ayam goreng + paket yang ditawarkan seperti dibawah ini....
Pertama yang saya coba ... sayur asamnya .... (memang salah satu menu kesukaan) ..... hmm.... dengan udara panas siang menjelang sore..... terasa benar segarnya sayur asam.....

Tak terasa ... kurang dari 15 menit semua menu tadi habis saya santap ..... dan hanya bisa mengucap ...... Alhamdulillah ....... Tuhan hari ini telah mengantarkan langkah kaki saya untuk dapat menikmati makanan murah bergizi ..... yang nikmat...

Sebelum meninggalkan "Warung Ndeso" saya emngucapkan terima kasih karena diberikan makan gratis ..... sambil menanyakan nomor telpon yang bisa dihubungi ..... siapa tahu teman-teman saya mau mencoba menu " warung Ndeso " ini di kemudian hari...

Ini nomor "warung Ndeso" yang bisa dihubungi :

021 - 705 812 154

Saya hanya bisa mendo'akan semoga "warung Ndeso" ini dapat berjalan lancar - laris dan terus berkembang ..... Insya Allah .... amin


Monday, June 22, 2009

Cinta Yang Menumbuhkan, Cinta Yang Memberdayakan

Saya selalu terpukau pada kemampuan ayah saya merawat tanaman.

Pada saat pulang ke Makassar November tahun lalu, saya kaget melihat bibit bunga Anthurium yang beliau bawa saat menengok kami sekeluarga di Cikarang 10 bulan sebelumnya, sudah beranak pinak dan tumbuh subur di beberapa pot yang diletakkan didepan rumah orang tua saya itu (Perumahan Bumi Antang Permai Makassar).

Beberapa pot tanaman hias terlihat "mejeng" secara atraktif memperlihatkan bunga-bunganya yang bermekar indah sementara pot-pot kecil tanaman kaktus berjejer rapi disebuah rak tersendiri yang disediakan khusus dan diletakkan dibagian atas. Sungguh sangat indah untuk dinikmati.

Saya masih ingat betul, saat kami masih tinggal di Bone-Bone dulu, ayah saya begitu tekun memelihara tanaman disamping rumah dinas yang kami huni. Kebetulan terdapat tanah kosong yang cukup luas dan disana selain tanaman hias juga ketela rambat, pisang serta singkong.

Karena tinggal didaerah yang terpencil, kerapkali gaji ayah saya datang terlambat. Kami lalu memanfaatkan hasil kebun berupa singkong dan ketela rambat itu menjadi makanan ka
mi. Ibu saya yang jago memasak, meramunya begitu dashyat menjadi makanan yang menggugah selera.

Beberapa kali saya membantu ayah menanam tanaman-tanaman tersebut dikebun. Sensasinya terasa luar biasa saat ayah mengajak saya dan Budi, adik saya, menarik keluar pohon singkong yang sudah besar. Kami bersusah payah mencabutnya hingga ngos-ngosan. Saya bahkan beberapa kali sampai terjatuh. Kami tertawa riang dan akhirnya ayah ikut membantu kami lalu memberikan aba-aba untuk bergerak.

Tepat dihitungan ketiga, pohon singkong itu akhirnya benar-benar tercabut dengan sukses. Budi sampai ikut terjengkang sementara saya sempat limbung kekanan sebentar karena beratnya singkong yang kami cabut itu. Kedua adik perempuan kami yang masih kecil-kecil dan menonton dari kejauhan tertawa terpingkal-pingkal melihat kedua kakaknya “kalah” bertarung “melawan” pohon singkong. Mereka berdua lalu bertepuk tangan penuh suka cita didampingi ibu kami yang tersenyum manis.

Rasa puas membuncah didada, apalagi bila menyaksikan singkong hasil panen kami berbuah cukup besar. Keletihan kami sirna oleh kegembiraan atas kerja bersama dalam suasana riang penuh keakraban.

Saya segera membayangkan ibu nanti akan membuat kolak singkong atau sup ubi kegemaran kami. Hidangan sederhana yang justru merupakan sebuah sajian sangat mewah buat kami yang tinggal didesa (ah..sambil menulis ini, mata saya tiba-tiba basah mengingat masakan khas ibunda terkasih yang sungguh nikmat disantap karena dimasak dengan penuh rasa cinta).

Kini, setelah beliau pensiun, selain memancing ikan di kolam khusus pemancingan didekat rumah, ayah tidak pernah melupakan hobinya merawat tanaman.

“Merawat tanaman itu seperti merawat cinta. Diperlukan ketekunan dan ketelatenan setiap hari untuk melakukannya dan ini juga yang ayah dan ibumu lakukan untuk selalu merayakan kasih sayang diantara kami, juga buat kalian, setiap hari” kata ayah suatu waktu.

Saya trenyuh. Sebuah filosofi hidup yang sederhana, dalam dan memikat.

Sambil mengelus daun Anthurium kesayangannya, ayah melanjutkan.”Senang sekali rasanya melihat tanaman yang Papa dan Mamamu rawat ini tumbuh subur. Sama seperti kebanggaan kami, orangtuamu, melihat kalian semua, anak-anak kami, tumbuh besar, berkeluarga, dan memberikan cucu-cucu yang lucu-lucu. Kebahagiaan yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata,” ujar ayah saya dengan mata berbinar.

Saya tiba-tiba teringat tulisan Arvan Pradiansyah dalam bukunya “The 7 Laws of Happines, Tujuh Rahasia Hidup yang Bahagia”(Kaifa,2008) tentang Cinta yang Menumbuhkan. Menurutnya, Seorang ibu yang mencintai anaknya akan merawat sang anak penuh kasih sayang. Ia menjaga anaknya, bahkan bisa terbangun hanya oleh suara paling halus yang digumamkan oleh anaknya. Si ibu mengorbankan dirinya, kesehatannya, waktunya dan seluruh hidupnya, hanya demi pertumbuhan anak yang dicintainya.

Dalam cinta yang menumbuhkan kata Arvan, kebahagiaan tertinggi tidaklah dicapai ketika orang yang kita cintai membalas cinta dan kasih kita. Kebahagiaan tertinggi tercapai melalui pertumbuhan itu sendiri. Bahkan secara lebih esensial lagi, kebahagiaan itu sebenarnya berkaitan dengan tindakan menumbuhkan itu sendiri, terlepas dari bagaimana hasil yang akan kita dapatkan kelak.

Inilah cinta yang sejati, sebuah cinta yang tidak memaksakan kehendak. Cinta yang membebaskan.Cinta yang memampukan,menyadarkan dan memberdayakan. Semuanya itu diawali dengan pemahaman apa yang perlu ditumbuhkan.

Dengan empat orang anak, kedua orang tua saya berusaha untuk memberikan pendidikan yang terbaik untuk kami. Namun sama sekali tidak berusaha mengekang kehendak kami bila bermaksud menempuh jalan yang berbeda. Saya masih ingat sekitar tahun 1988, ketika adik saya Budi menyatakan ingin bekerja saja setelah menamatkan sekolah analis kimia di Makassar. Kebetulan, lulusan SAKMA (Sekolah Analis Kimia Makassar) sangat mudah terserap di lapangan kerja karena ketika itu tenaga analis relatif langka. Ayah saya sebenarnya berkeinginan besar agar Budi melanjutkan kuliah.

Secara demokratis, kami sekeluarga berkumpul membicarakan soal ini. Budi diminta memaparkan argumennya dan diadu dengan pendapat kami semua, termasuk saya sebagai kakak tertua. Kesimpulan akhirnya, kami menyetujui niat Budi (sekarang menjabat sebagai Quality Manager Kalimantan PT Geoservices Coal Laboratory di Balikpapan) untuk bekerja dan tidak melanjutkan kuliah. Meski berat rasanya, saya melihat secercah senyum diwajah ayah. Beliau lalu memeluk pundak ibu saya yang menangis tersedu tak rela melepaskan putra keduanya itu merantau ke Kalimantan Timur.

“Biarkan dia tahu bagaimana resiko atas pilihannya dan bagaimana mengatasinya. Bisa jadi itu yang membuatnya lebih dewasa dan siap menghadapi tantangan kehidupan. Barangkali ini memang yang terbaik buat Budi untuk menempuh takdirnya dan juga terbaik buat kita semua,” kata ayah saya tenang. Dari berbagai lowongan kerja yang diterima Budi waktu itu—sebagai bentuk kompromi dan juga menenangkan hati ibu yang gundah—ia akhirnya menerima lowongan kerja di PT Sucofindo, Sangatta yang menjadi mitra PT Kaltim Prima Coal untuk analisis batubara. Kebetulan, ada adik ayah saya (alm) Ridwan Gobel yang bekerja di PT Kaltim Prima Coal dan bisa mengawasi Budi selama bekerja disana (walau Budi kelak akan tinggal di Mess Karyawan).

Saya melihat keputusan itu sebagai bentuk cinta orang tua kami yang menumbuhkan, yang membebaskan, yang memberdayakan Budi untuk menghargai pilihannya serta siap menempuh segala resiko atas pilihannya itu. Tentu setelah melihat juga sejauh mana kesiapan mental dan spiritual Budi menghadapinya. Saya yakin ada hikmah yang terkandung dibalik semuanya. Usai diskusi malam itu, kami semua memeluk Budi yang akan mempersiapkan keberangkatannya seminggu kemudian.

Saya terharu, kedua orang tua saya tidak memaksakan keinginannya sendiri, menjadikan Budi menjadi orang "tertentu" sesuai "skenarionya". Mereka berdua sangat memahami kemampuan dan keunikan Budi untuk menjalani pilihan hidupnya dari hasil diskusi keluarga kami yang intens.

Meskipun begitu, penerapan cinta yang menumbuhkan tidak melulu lewat cara yang halus atau lembut. Penerapan disiplin untuk menjaga "pertumbuhan" itu tidak "melenceng" dari arah komitmen semula kerapkali dibutuhkan. Seperti yang sudah pernah saya ceritakan disini, akibat kesibukan saya beraktivitas di kampus, ayah saya mengkhawatirkan kegiatan perkuliahan saya akan terganggu.

Sebelum terjun di kegiatan kemahasiswaan, kedua orang tua saya telah memberi izin dan peluang bagi saya sebesar-besarnya untuk berekspresi dan berkreasi di kampus. Bahkan menginap berhari-hari dikampus sekalipun. "Ayah percaya padamu bahwa kamu mampu menjaga amanah dan tidak bikin malu orang tua," kata ayah saya suatu ketika.

Sebelumnya, sejak awal saya sudah berkomitmen meski aktifitas non kurikuler saya di kampus meningkat tajam, saya berjanji untuk tidak mengabaikan tugas saya untuk belajar sebagai mahasiswa. Komitmen ini yang dipegang oleh kedua orang tua saya.

Dan ketika ayah saya mendesak saya untuk meminta "Surat Izin Khusus Orangtua" saat saya mendapat promosi spesial sebagai Pemimpin Redaksi Surat Kabar Mahasiswa "Channel 9" Fakultas Teknik Unhas tahun 1992, saya memaknainya sebagai sebuah bentuk "cinta yang menumbuhkan" dari orangtua saya. Bukan sikap paranoid yang berlebihan.

Sebuah ekspresi implisit yang menyatakan, meski saya sudah diberikan kebebasan untuk beraktifitas di kampus, saya tetap mesti disiplin menjaga komitmen saya yang lain, menyelesaikan kuliah dengan sukses dan tepat waktu sesuai harapan kedua orang tua saya.

Ini yang kemudian membuat saya tersadar dan berusaha keras menjaga kepercayaan mereka, sebaik mungkin, bahkan berhasil membuktikan dapat lulus sebagai alumni terbaik Teknik Mesin Unhas periode wisuda September 1994 dengan IPK tertinggi disela-sela segudang kesibukan saya sebagai aktifis mahasiswa.

Usai prosesi wisuda, saya melihat air muka bahagia di wajah kedua orang tua saya di kursi tamu para wisudawan. Sesampai dirumah, saya dipeluk penuh kehangatan dan kebanggaan oleh orang-orang tercinta. Di kedalaman mata ayah dan bunda saya yang berkaca-kaca waktu itu, saya menemukan sebuah telaga jernih dan menenangkan.

Sebuah telaga penuh cinta.
Sebuah telaga yang "menumbuhkan"..

Persiapan Menyongsong Akhir Bulan

Mesin Cimart sudah semakin panas, rpm pun sudah dipacu cukup tinggi. Menjelang penghujung akhir bulan ini, banyak aktivitas yang dilakukan oleh Cimarters untuk menghadapainya. Dimulai dengan adanya order beras lebih dari 1/2 ton dari Kopkar sebuah perusahaan, yang membuat karyawan toko dan sebagian Cimarters sibuk melakukan repacking beras ke dalam kantong-kantong yang lebih kecil. Adanya permintaan akan kantong 20 kg membuat kita berinvestasi lagi mesin jahit tangan, sebuah alat yang sebenarnya memang mutlak ada jika kita akan serius menekuni bisnis beli-jual beras.
Lalu datangnya kesempatan bagi Band Cimart untuk tampil di pentas luar yaitu di Ano's Cafe, setelah sekian lama berlatih di Padepokan JM, tempat Sang Bagawan Ruwiyono bersemayam, membuat kibaran bendera Cimart makin terbentang. Orang luar makin mengenal nama Cimart, meskipun belum semuanya tahu apa dan siapa Cimart itu.



Kantong-kantong beras yang sudah boarding, menunggu pemberangkatan di tanggal 24










Akhir bulan umumnya dinanti-nanti oleh sebagian Cimarters yang masih berstatus karyawan, karena pada 10 hari terakhir bulanlah mereka mendapatkan upah setelah bekerja selama 1 bulan penuh. Upah sudah didapat, maka waktunya untuk berbelanja. It's a Shopping Time!
Namun ingat, sebanyak mungkin belanjalah di Cimart, agar uang kita tidak pergi jauh-jauh. Dari kita untuk kita! Cimart akan tumbuh karena kita belanja.
Dalam rangka itu pula, kita sudah mulai menambah ragam dan variasi produk yang dijual, agar pilihan belanja kita di Cimart pun makin banyak.
Mulai dari telur ayam yang menjadi primadona setelah beras, beberapa hari yang lalu pun toko kita menambah produk makanan dan minuman anak-anak.



Produk-produk yang akan membuat anak-anak kita senang datang ke Cimart. Para orang tua yang membawa anak-anak ke Cimart, harap siapkan uang untuk jajan mereka! (he..he..he..)









Hari ini, lewat tangan Pak Dirut, telah dihadirkan pula ke toko kita Freezer dari produsen minuman Coca Cola, disertai bermacam-macam produk minumannya yang bisa menjadi penghilang dahaga kita kala berkunjung ke toko, apalagi setelah agak lama berada di dalam toko (karena keringat sudah mulai menetes). Kesegaran yang muncul setelah mengambil minuman dari dalam Freezer dan menuangkan isinya ke dalam kerongkongan kita yang kering. Terasa dingin menyegarkan...Aaaakhhhhh!



Anda penasaran? Silakan datang ke Toko Cimart sambil berbelanja kebutuhan yang lain!










Satu hal yang penting, setelah sekian lama terkatung-katung, akhirnya jadi juga. Tidak lain dan tidak bukan adalah Stempel Toko! Pak Annas yang mengingatkan kita akan perlunya stempel, berinisiatif untuk membuatkan stempel itu. Namun karena beliu keburu jatuh sakit, beliau tidak bisa melanjutkan niatnya yang patut diacungi jempol itu. Akhirnya setelah seorang Cimarter menyempatkan waktu untuk membuat, tadi toko kita telah memiliki Stempel Toko resmi, yang akan kita gunakan untuk surat-menyurat dan nota pembelian. Termasuk juga untuk dokumen yang akan dipakai untuk transaksi beras seperti ke perusahaan tadi. Tidak ada stempel, ada kemungkinan kita tidak bisa dibayar. Kecil tapi efeknya besar!



Hendra akan pede mengantar beras ke SK, setelah kita memiliki stempel toko!







Masih banyak produk yang akan kita siapkan untuk memenuhi kebutuhan semua anggota, khususnya untuk produk Unilever, tadi juga telah dibuat daftar barang yang akan dipesan oleh Pak Nana. Untuk kemudian besok beliau akan issue PO ke distributor, dan diharapkan hari Rabu barangnya sudah datang.
Artinya?
Toko Cimart akan makin banyak barang! Jumlah dan variasinya.
Tnggal menunggu para pembeli, khususnya kita sendiri yang berbelanja. Siapa tidak mau belanja di toko sendiri? Pasti mau laaah!

Sunday, June 21, 2009

Profil Cimarter Bulan ini [1]

Tidak salah lagi, setelah pak Riky [cimarter yang cermat] mengirimkan posting tentang keuangan CiMart, maka perhatian kita tersita oleh sosok CImarter lain yang ternyata ketika dirunut ke belakang mempunyai kontribusi yang sangat positif terhadap perkembangan unit usaha Cimart.

Oang itu tak lain dan tak bukan adalah pak Ceppi.

Pertama kali bergabung di Cimart, adalahketika Cimart mengadakan pertemuan di Kancil IX di rumah pak Sujatmiko alias Bu Malini.

Berboncengan dengan istri tercinta, pak Ceppi bertanya pada salah satu pengurus yang ada di depan rumah pak Jatmiko.

Begitu mendapat jawaban bahwa tenmpat pertemuan memang disini, maka pak Ceppi langsung membaur dengan peserta lain yang kebetulan waktu itu masih sepi.

Itu juga adalah saat pertama kali pak Anas [Cimarter bersabun Curah] bergabung dengan Cimart.

Setelah pertemuan itu, maka pak Ceppi mulai ikut andil dalam survey beras ke pemasok yang akhirnya saat ini selalu kita pakai sebagai sumber pasokan beras CImart.

Menenteng camera yang khas, model yang jarang dipakai oleh Cimarter yang lain, pak Ceppi ini terus berkiprah untu memajukan bisnis Cimart.

Dari tangannya lahir brosur yang begitu lama didambakan tapi macet entah dimana. Dari tangannya juga lahir design stempel yang alhamdulillah sudah di"launching".

Banyak hal telah dikerjakan oleh pak Ceppi, yang paling utama adalah kunjungan rutinnya ke toko Cimart. Pembelanjaannya selalu hanya atas nama, karena ternyata dijual lagi ke pembeli lain, mungkin bahkan tanpa mengambil margin keuntungan. Pak Ceppi hanya Murni menyampaikan produk Cimart ke pelanggan yang tidak mau bersusah payah pergi ke Cimart.

Dalam kopdar kompasiana, pak Ceppi juga sudah mulai berani tampil dan tulisannya ternyata tidak mengecewakan.

Sebagai sesama blogger Cikarang, kita sangat bangga mempunyai pak Ceppi, yang juga telah melahirkan blogger cilik murni Andra. Meski LiLo adalah blogger tercilik di Cimart yang paling duluan membuat blog, tapi Andra punya kekhususan, yaitu mampu membuat blog sendiri [autodidak], bahkan tanpa sepengetahuan ortunya.

Semua prestasi pak Ceppi ini layak diberi acungan jempol. Usulan pak Firman agar pak Ceppi ini ikut menjadi pengurus yang punya peran lebih dari saat ini tentu patut dipertimbangkan oleh Divisi Usaha ataupun Divisi Pemasaran.

Pengurus inti Komunitas Insan mandiri, kita sudah punya dan lengkap, tetapi toko Cimart saat ini masih mempunyai banyak bos, saatnya toko ini hanya punya satu bos saja. Silahkan dipertimbangkan untuk mengangkat pak Ceppi sebagai salah satu pengurus inti khusus Toko Cimart.

Seperti laiknya sebuah komunitas besar, maka disamping ada pengurus inti yang bertugas menjalankan roda komunitas, maka ada unit bisnis yang tugasnya lebih sepsifik, dalam hal ini mengurusi toko Cimart.





...
.

MMC2 Mulai Memanaskan Mesinnya

Pertemuan kedua MMC2 sudah mulai menemukan bentuknya. Bahkan dipakai sebagai ajang promosi untuk MMC3 yang segera akan dibentuk lagi. Hal ini terlihat dari adanya beberapa personil baru yang muncul ikut mendengarkan para anggota MMC2 berdiskusi.





Masing-masing peserta diskusi, seperti biasa, saling menyampaikan mimpinya dan peserta lain saling menyampaikan masukan yang terkait dengan mimpi yang disampaikan. Laiknya seperti teori brainstorming, semuanya memberi masukan dan tidak ada satupun yang disanggah oleh peserta lainnya.

Semua masukan, jelek atau buruk, cocok atau tidak, diterima sebagai masukan dan dibahas satu demi satu yang sekiranya paling cocok dengan kondisi yang mempunyai mimpi itu.

Misalnya masukan untuk meningkatkan publikasi warnet, yaitu mencari sekolah terdekat dan suatu kali diadakan acara ngenet gratis untuk siswa yang berprestasi di sekolah tersebut.

Masukan ini bisa jadi cocok untuk pengusaha bengkel yang ingin menaikkan keramaian di bengkelnya, karena sepi dan rame tetap membayar yang sama, maka pemilik bengkel tentu lebih senang kalau bengkelnya menjadi rame, toh biaya yang dikeluarkan tetap sama

Acara MMC2 ini dimulai dengan makan bersama, sekalian test rasa mie PERTO [emper toko]. Ini sebuah penampilan mie yang hanya punya tiga jenis rasa, yaitu enak, enak sekali dan sangat enak !:-)

Sebuah brand image yang bagus dilihat dari segi pemasaran.

Ada juga peserta lainyang bercerita tentang bisnis pakaian, dan ternyata nyambung dengan peserta lain yang juga punya usaha sejenis. Disinilah muncul suatu sinergi yang saling menguntungkan. Jalan bisnis yang tadinya samar-samar menjadi jelas, yang tadinya sudah jelas menjadi semakin jelas.

Itulah memang salah satu guna dari kelompok Mastermind ini.

Bagaimana kita bisa saling memberi, saling menyukseskan bisnis anggota kelompoknya, merupakan ciri khas dari kelompok MM ini. Yang disebut SUKSES bukanlah sukses pribadi, tapi membawa kelompoknya ikut sukses, itulah baru yang disebut SUKSES !

Salam sukses buat kelompok Mastermind Cikarang 2. Kita tunggu kelompok mastermind 3, yang anggotanya sudah antri [tinggal nunggu kompornya].




berfoto dulu sebagai acara wajib [narsis]
didampingi kompor abadi
...
.

MMC1 Berpadu Janji

Dalam pertemuan kelompok mastermind Cikarang 1 kali ini, meski tidak lengkap dihadiri oleh seluruh anggotanya, tetapi acara berjalan dengan lancar dan dalam suasana yang terlihat lebih sinergis.

Satu demi satu para peserta pertemuan menunjukkan tabungan hajinya. Ada yang di BANK A dan ada juga di BANK B.

"Tapi isinya cuma 1 juta pak, karena saat ini adanya ya cuma itu"

"Tidak apa pak. Nanti Allah yang akan mencukupkannya"

"Ternyata membuat niat dan mewujudkan niat itu banyak cobaannya ya pak. Sampai 3 jam lebih untuk menunggu antrian buat buku tabungan ini pak"

"Namanya saja berbuat baik, pasti banyak cobaannya"

Saling bersahutan, para peserta pertemuan menyampaikan komentarnya.

Acara pertemuan yang hanya dihadiri oleh 6 orang anggota itu ternyata justru sangat optimal. Mungkin itu sebabnya kelompok MM sebaiknya beranggotakan 6-8 orang saja. Itu adalah jumlah ideal agar semua peserta dapat berinteraksi secara aktif.

Salah seorang peserta yang biasanya lebih banyak diam, akhirnya ikut juga berkomentar, sehingga rasanya dada menjadi plong. Semua beban yang ada telah dibagikan dan masukan dari teman-teman telah membuat beban itu menjadi tantangan baru yang menggairahkan.

Ketika bicara masalah target naik haji, tanpa terasa dada menjadi sesak dan air mata mengucur tanpa tertahan lagi. Tak ada waktu untuk bersembunyi dan yang ada hanyalah puji syukur karena telah dikaruniai teman-teman baru yang seperti saudara, saling mengingatkan dalam kesabaran dan kebenaran.

Mulut bisa bicara bermacam bahasa dan hanya hati kita yang tidak bisa bicara bermacam bahasa. Bahasa hati kita hanya satu, itulah bahasa yang langsung sampai pada Tuhan.

Pertemuan selanjutnya, KMM Cikarang 1 ini akan bertempat di rumah pak Sangadi Budi, dengan topik bahasan masalah PENJUALAN [sales], nantinya akan disampaikan oleh pak Chairunas.

Bapak yang satu ini memang diam-diam menghanyutkan. Dengan modal tanpa punya usaha satu buahpun, bahkan berpikir tentang bisnis saja belum ada, tahu-tahu punya bisnis jualan sabun curah. Kemudian ketika pasang target langsung tercapai.

Di pertemuan selanjutnya pak Nas kembali memasang target yang lebih menantang, dan target itu tercapai lagi, dan semua itu hebatnya kuncinya hanya satu, yaitu PERTEMANAN !

Dengan networking yang kuat, maka bisnisnya melaju dengan kencang.

Pak Agus, yang mendalami bisnis bengkel sepeda motor sampai saat ini belum berhasil meningkatkan usaha bengkel sepeda motornya dengan angka yang signifikan, sehingga masukan dari teman-teman membuat pak Agus kembali  optimis, bisnisnya akan dapat berkembang lagi.

"Silahkan diadakan hari servis sepeda motor gratis dan ini akan membuat bengkel pak Agus terkenal, bengkel kelihatan ramai dan omzet bisa meningkat "

Bakmi Semar yang dikelola oleh mbak Win, terlihat juga omzetnya menurun. Hal ini terjadi mungkin karena nama bakmi Semar dirubah menjadi PADASUKA.

Mbak Win juga mulai merambah dunia jahit menjahit. Dalam waktu dekat ini, Mbak Win akan melakukan produksi jilbab yang dimodifikasi, sehingga tampil lebih memikat dan margin yang lebih baik. Ini dilakukan mengingat sebentar lagi akan datang bulan puasa dan hari lebaran.

Mas Budi, saat ini mengelola usaha pendidikan anak-anak dan baju muslim. Semuanya lancar-lancar saja, sehingga kondisinya sudah stabil. Hal ini harus diwaspadai, jangan sampai kondisi ini tiba-tiba berubah menjadi menurun tajam.

Untuk mengantisipasi hal itu, pak Budi mulai mencari bentuk pengembangan, antara lain dengan menambah cabang pendidikan dan pembuatan target peningkatan omzet busana muslim.

Satu-satunya blogger dalam kelompok ini punya target yang berbeda dengan teman-temannya. Ia berani menyebut tanggal tercapainya target, yaitu pada tanggal 14 September 2009 sudah selesai menyusun sebuah buku dalam format hardcopy.

Suasana pertemuan yang guyub ini awalnya didahului oleh cerita dari pak Ketua tentang makna dari sumpah palapa dari Gadjah Mada.

"Saya tidak akan ........... sebelum saya berhasil melakukan .......", begitu inti sumpah Maha Patih Gadjah Mada

Sebuah kalimat yang sederhana namun bermakna sangat dalam.

Semoga KMM Cikarang 1 ini terus meningkatkan sinergi dari semua anggotanya, sehingga semua target para anggota KMM Cikarang 1 dapat tercapai dengan ijin Allah swt.

Amin 

Di akhir acara, semua peserta pertemuan mendapat hidangan yang tak terduga. Apalagi kalau bukan Bakmi Semar yang lezat itu.