Monday, June 22, 2009

Cinta Yang Menumbuhkan, Cinta Yang Memberdayakan

Saya selalu terpukau pada kemampuan ayah saya merawat tanaman.

Pada saat pulang ke Makassar November tahun lalu, saya kaget melihat bibit bunga Anthurium yang beliau bawa saat menengok kami sekeluarga di Cikarang 10 bulan sebelumnya, sudah beranak pinak dan tumbuh subur di beberapa pot yang diletakkan didepan rumah orang tua saya itu (Perumahan Bumi Antang Permai Makassar).

Beberapa pot tanaman hias terlihat "mejeng" secara atraktif memperlihatkan bunga-bunganya yang bermekar indah sementara pot-pot kecil tanaman kaktus berjejer rapi disebuah rak tersendiri yang disediakan khusus dan diletakkan dibagian atas. Sungguh sangat indah untuk dinikmati.

Saya masih ingat betul, saat kami masih tinggal di Bone-Bone dulu, ayah saya begitu tekun memelihara tanaman disamping rumah dinas yang kami huni. Kebetulan terdapat tanah kosong yang cukup luas dan disana selain tanaman hias juga ketela rambat, pisang serta singkong.

Karena tinggal didaerah yang terpencil, kerapkali gaji ayah saya datang terlambat. Kami lalu memanfaatkan hasil kebun berupa singkong dan ketela rambat itu menjadi makanan ka
mi. Ibu saya yang jago memasak, meramunya begitu dashyat menjadi makanan yang menggugah selera.

Beberapa kali saya membantu ayah menanam tanaman-tanaman tersebut dikebun. Sensasinya terasa luar biasa saat ayah mengajak saya dan Budi, adik saya, menarik keluar pohon singkong yang sudah besar. Kami bersusah payah mencabutnya hingga ngos-ngosan. Saya bahkan beberapa kali sampai terjatuh. Kami tertawa riang dan akhirnya ayah ikut membantu kami lalu memberikan aba-aba untuk bergerak.

Tepat dihitungan ketiga, pohon singkong itu akhirnya benar-benar tercabut dengan sukses. Budi sampai ikut terjengkang sementara saya sempat limbung kekanan sebentar karena beratnya singkong yang kami cabut itu. Kedua adik perempuan kami yang masih kecil-kecil dan menonton dari kejauhan tertawa terpingkal-pingkal melihat kedua kakaknya “kalah” bertarung “melawan” pohon singkong. Mereka berdua lalu bertepuk tangan penuh suka cita didampingi ibu kami yang tersenyum manis.

Rasa puas membuncah didada, apalagi bila menyaksikan singkong hasil panen kami berbuah cukup besar. Keletihan kami sirna oleh kegembiraan atas kerja bersama dalam suasana riang penuh keakraban.

Saya segera membayangkan ibu nanti akan membuat kolak singkong atau sup ubi kegemaran kami. Hidangan sederhana yang justru merupakan sebuah sajian sangat mewah buat kami yang tinggal didesa (ah..sambil menulis ini, mata saya tiba-tiba basah mengingat masakan khas ibunda terkasih yang sungguh nikmat disantap karena dimasak dengan penuh rasa cinta).

Kini, setelah beliau pensiun, selain memancing ikan di kolam khusus pemancingan didekat rumah, ayah tidak pernah melupakan hobinya merawat tanaman.

“Merawat tanaman itu seperti merawat cinta. Diperlukan ketekunan dan ketelatenan setiap hari untuk melakukannya dan ini juga yang ayah dan ibumu lakukan untuk selalu merayakan kasih sayang diantara kami, juga buat kalian, setiap hari” kata ayah suatu waktu.

Saya trenyuh. Sebuah filosofi hidup yang sederhana, dalam dan memikat.

Sambil mengelus daun Anthurium kesayangannya, ayah melanjutkan.”Senang sekali rasanya melihat tanaman yang Papa dan Mamamu rawat ini tumbuh subur. Sama seperti kebanggaan kami, orangtuamu, melihat kalian semua, anak-anak kami, tumbuh besar, berkeluarga, dan memberikan cucu-cucu yang lucu-lucu. Kebahagiaan yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata,” ujar ayah saya dengan mata berbinar.

Saya tiba-tiba teringat tulisan Arvan Pradiansyah dalam bukunya “The 7 Laws of Happines, Tujuh Rahasia Hidup yang Bahagia”(Kaifa,2008) tentang Cinta yang Menumbuhkan. Menurutnya, Seorang ibu yang mencintai anaknya akan merawat sang anak penuh kasih sayang. Ia menjaga anaknya, bahkan bisa terbangun hanya oleh suara paling halus yang digumamkan oleh anaknya. Si ibu mengorbankan dirinya, kesehatannya, waktunya dan seluruh hidupnya, hanya demi pertumbuhan anak yang dicintainya.

Dalam cinta yang menumbuhkan kata Arvan, kebahagiaan tertinggi tidaklah dicapai ketika orang yang kita cintai membalas cinta dan kasih kita. Kebahagiaan tertinggi tercapai melalui pertumbuhan itu sendiri. Bahkan secara lebih esensial lagi, kebahagiaan itu sebenarnya berkaitan dengan tindakan menumbuhkan itu sendiri, terlepas dari bagaimana hasil yang akan kita dapatkan kelak.

Inilah cinta yang sejati, sebuah cinta yang tidak memaksakan kehendak. Cinta yang membebaskan.Cinta yang memampukan,menyadarkan dan memberdayakan. Semuanya itu diawali dengan pemahaman apa yang perlu ditumbuhkan.

Dengan empat orang anak, kedua orang tua saya berusaha untuk memberikan pendidikan yang terbaik untuk kami. Namun sama sekali tidak berusaha mengekang kehendak kami bila bermaksud menempuh jalan yang berbeda. Saya masih ingat sekitar tahun 1988, ketika adik saya Budi menyatakan ingin bekerja saja setelah menamatkan sekolah analis kimia di Makassar. Kebetulan, lulusan SAKMA (Sekolah Analis Kimia Makassar) sangat mudah terserap di lapangan kerja karena ketika itu tenaga analis relatif langka. Ayah saya sebenarnya berkeinginan besar agar Budi melanjutkan kuliah.

Secara demokratis, kami sekeluarga berkumpul membicarakan soal ini. Budi diminta memaparkan argumennya dan diadu dengan pendapat kami semua, termasuk saya sebagai kakak tertua. Kesimpulan akhirnya, kami menyetujui niat Budi (sekarang menjabat sebagai Quality Manager Kalimantan PT Geoservices Coal Laboratory di Balikpapan) untuk bekerja dan tidak melanjutkan kuliah. Meski berat rasanya, saya melihat secercah senyum diwajah ayah. Beliau lalu memeluk pundak ibu saya yang menangis tersedu tak rela melepaskan putra keduanya itu merantau ke Kalimantan Timur.

“Biarkan dia tahu bagaimana resiko atas pilihannya dan bagaimana mengatasinya. Bisa jadi itu yang membuatnya lebih dewasa dan siap menghadapi tantangan kehidupan. Barangkali ini memang yang terbaik buat Budi untuk menempuh takdirnya dan juga terbaik buat kita semua,” kata ayah saya tenang. Dari berbagai lowongan kerja yang diterima Budi waktu itu—sebagai bentuk kompromi dan juga menenangkan hati ibu yang gundah—ia akhirnya menerima lowongan kerja di PT Sucofindo, Sangatta yang menjadi mitra PT Kaltim Prima Coal untuk analisis batubara. Kebetulan, ada adik ayah saya (alm) Ridwan Gobel yang bekerja di PT Kaltim Prima Coal dan bisa mengawasi Budi selama bekerja disana (walau Budi kelak akan tinggal di Mess Karyawan).

Saya melihat keputusan itu sebagai bentuk cinta orang tua kami yang menumbuhkan, yang membebaskan, yang memberdayakan Budi untuk menghargai pilihannya serta siap menempuh segala resiko atas pilihannya itu. Tentu setelah melihat juga sejauh mana kesiapan mental dan spiritual Budi menghadapinya. Saya yakin ada hikmah yang terkandung dibalik semuanya. Usai diskusi malam itu, kami semua memeluk Budi yang akan mempersiapkan keberangkatannya seminggu kemudian.

Saya terharu, kedua orang tua saya tidak memaksakan keinginannya sendiri, menjadikan Budi menjadi orang "tertentu" sesuai "skenarionya". Mereka berdua sangat memahami kemampuan dan keunikan Budi untuk menjalani pilihan hidupnya dari hasil diskusi keluarga kami yang intens.

Meskipun begitu, penerapan cinta yang menumbuhkan tidak melulu lewat cara yang halus atau lembut. Penerapan disiplin untuk menjaga "pertumbuhan" itu tidak "melenceng" dari arah komitmen semula kerapkali dibutuhkan. Seperti yang sudah pernah saya ceritakan disini, akibat kesibukan saya beraktivitas di kampus, ayah saya mengkhawatirkan kegiatan perkuliahan saya akan terganggu.

Sebelum terjun di kegiatan kemahasiswaan, kedua orang tua saya telah memberi izin dan peluang bagi saya sebesar-besarnya untuk berekspresi dan berkreasi di kampus. Bahkan menginap berhari-hari dikampus sekalipun. "Ayah percaya padamu bahwa kamu mampu menjaga amanah dan tidak bikin malu orang tua," kata ayah saya suatu ketika.

Sebelumnya, sejak awal saya sudah berkomitmen meski aktifitas non kurikuler saya di kampus meningkat tajam, saya berjanji untuk tidak mengabaikan tugas saya untuk belajar sebagai mahasiswa. Komitmen ini yang dipegang oleh kedua orang tua saya.

Dan ketika ayah saya mendesak saya untuk meminta "Surat Izin Khusus Orangtua" saat saya mendapat promosi spesial sebagai Pemimpin Redaksi Surat Kabar Mahasiswa "Channel 9" Fakultas Teknik Unhas tahun 1992, saya memaknainya sebagai sebuah bentuk "cinta yang menumbuhkan" dari orangtua saya. Bukan sikap paranoid yang berlebihan.

Sebuah ekspresi implisit yang menyatakan, meski saya sudah diberikan kebebasan untuk beraktifitas di kampus, saya tetap mesti disiplin menjaga komitmen saya yang lain, menyelesaikan kuliah dengan sukses dan tepat waktu sesuai harapan kedua orang tua saya.

Ini yang kemudian membuat saya tersadar dan berusaha keras menjaga kepercayaan mereka, sebaik mungkin, bahkan berhasil membuktikan dapat lulus sebagai alumni terbaik Teknik Mesin Unhas periode wisuda September 1994 dengan IPK tertinggi disela-sela segudang kesibukan saya sebagai aktifis mahasiswa.

Usai prosesi wisuda, saya melihat air muka bahagia di wajah kedua orang tua saya di kursi tamu para wisudawan. Sesampai dirumah, saya dipeluk penuh kehangatan dan kebanggaan oleh orang-orang tercinta. Di kedalaman mata ayah dan bunda saya yang berkaca-kaca waktu itu, saya menemukan sebuah telaga jernih dan menenangkan.

Sebuah telaga penuh cinta.
Sebuah telaga yang "menumbuhkan"..

Persiapan Menyongsong Akhir Bulan

Mesin Cimart sudah semakin panas, rpm pun sudah dipacu cukup tinggi. Menjelang penghujung akhir bulan ini, banyak aktivitas yang dilakukan oleh Cimarters untuk menghadapainya. Dimulai dengan adanya order beras lebih dari 1/2 ton dari Kopkar sebuah perusahaan, yang membuat karyawan toko dan sebagian Cimarters sibuk melakukan repacking beras ke dalam kantong-kantong yang lebih kecil. Adanya permintaan akan kantong 20 kg membuat kita berinvestasi lagi mesin jahit tangan, sebuah alat yang sebenarnya memang mutlak ada jika kita akan serius menekuni bisnis beli-jual beras.
Lalu datangnya kesempatan bagi Band Cimart untuk tampil di pentas luar yaitu di Ano's Cafe, setelah sekian lama berlatih di Padepokan JM, tempat Sang Bagawan Ruwiyono bersemayam, membuat kibaran bendera Cimart makin terbentang. Orang luar makin mengenal nama Cimart, meskipun belum semuanya tahu apa dan siapa Cimart itu.



Kantong-kantong beras yang sudah boarding, menunggu pemberangkatan di tanggal 24










Akhir bulan umumnya dinanti-nanti oleh sebagian Cimarters yang masih berstatus karyawan, karena pada 10 hari terakhir bulanlah mereka mendapatkan upah setelah bekerja selama 1 bulan penuh. Upah sudah didapat, maka waktunya untuk berbelanja. It's a Shopping Time!
Namun ingat, sebanyak mungkin belanjalah di Cimart, agar uang kita tidak pergi jauh-jauh. Dari kita untuk kita! Cimart akan tumbuh karena kita belanja.
Dalam rangka itu pula, kita sudah mulai menambah ragam dan variasi produk yang dijual, agar pilihan belanja kita di Cimart pun makin banyak.
Mulai dari telur ayam yang menjadi primadona setelah beras, beberapa hari yang lalu pun toko kita menambah produk makanan dan minuman anak-anak.



Produk-produk yang akan membuat anak-anak kita senang datang ke Cimart. Para orang tua yang membawa anak-anak ke Cimart, harap siapkan uang untuk jajan mereka! (he..he..he..)









Hari ini, lewat tangan Pak Dirut, telah dihadirkan pula ke toko kita Freezer dari produsen minuman Coca Cola, disertai bermacam-macam produk minumannya yang bisa menjadi penghilang dahaga kita kala berkunjung ke toko, apalagi setelah agak lama berada di dalam toko (karena keringat sudah mulai menetes). Kesegaran yang muncul setelah mengambil minuman dari dalam Freezer dan menuangkan isinya ke dalam kerongkongan kita yang kering. Terasa dingin menyegarkan...Aaaakhhhhh!



Anda penasaran? Silakan datang ke Toko Cimart sambil berbelanja kebutuhan yang lain!










Satu hal yang penting, setelah sekian lama terkatung-katung, akhirnya jadi juga. Tidak lain dan tidak bukan adalah Stempel Toko! Pak Annas yang mengingatkan kita akan perlunya stempel, berinisiatif untuk membuatkan stempel itu. Namun karena beliu keburu jatuh sakit, beliau tidak bisa melanjutkan niatnya yang patut diacungi jempol itu. Akhirnya setelah seorang Cimarter menyempatkan waktu untuk membuat, tadi toko kita telah memiliki Stempel Toko resmi, yang akan kita gunakan untuk surat-menyurat dan nota pembelian. Termasuk juga untuk dokumen yang akan dipakai untuk transaksi beras seperti ke perusahaan tadi. Tidak ada stempel, ada kemungkinan kita tidak bisa dibayar. Kecil tapi efeknya besar!



Hendra akan pede mengantar beras ke SK, setelah kita memiliki stempel toko!







Masih banyak produk yang akan kita siapkan untuk memenuhi kebutuhan semua anggota, khususnya untuk produk Unilever, tadi juga telah dibuat daftar barang yang akan dipesan oleh Pak Nana. Untuk kemudian besok beliau akan issue PO ke distributor, dan diharapkan hari Rabu barangnya sudah datang.
Artinya?
Toko Cimart akan makin banyak barang! Jumlah dan variasinya.
Tnggal menunggu para pembeli, khususnya kita sendiri yang berbelanja. Siapa tidak mau belanja di toko sendiri? Pasti mau laaah!

Sunday, June 21, 2009

Profil Cimarter Bulan ini [1]

Tidak salah lagi, setelah pak Riky [cimarter yang cermat] mengirimkan posting tentang keuangan CiMart, maka perhatian kita tersita oleh sosok CImarter lain yang ternyata ketika dirunut ke belakang mempunyai kontribusi yang sangat positif terhadap perkembangan unit usaha Cimart.

Oang itu tak lain dan tak bukan adalah pak Ceppi.

Pertama kali bergabung di Cimart, adalahketika Cimart mengadakan pertemuan di Kancil IX di rumah pak Sujatmiko alias Bu Malini.

Berboncengan dengan istri tercinta, pak Ceppi bertanya pada salah satu pengurus yang ada di depan rumah pak Jatmiko.

Begitu mendapat jawaban bahwa tenmpat pertemuan memang disini, maka pak Ceppi langsung membaur dengan peserta lain yang kebetulan waktu itu masih sepi.

Itu juga adalah saat pertama kali pak Anas [Cimarter bersabun Curah] bergabung dengan Cimart.

Setelah pertemuan itu, maka pak Ceppi mulai ikut andil dalam survey beras ke pemasok yang akhirnya saat ini selalu kita pakai sebagai sumber pasokan beras CImart.

Menenteng camera yang khas, model yang jarang dipakai oleh Cimarter yang lain, pak Ceppi ini terus berkiprah untu memajukan bisnis Cimart.

Dari tangannya lahir brosur yang begitu lama didambakan tapi macet entah dimana. Dari tangannya juga lahir design stempel yang alhamdulillah sudah di"launching".

Banyak hal telah dikerjakan oleh pak Ceppi, yang paling utama adalah kunjungan rutinnya ke toko Cimart. Pembelanjaannya selalu hanya atas nama, karena ternyata dijual lagi ke pembeli lain, mungkin bahkan tanpa mengambil margin keuntungan. Pak Ceppi hanya Murni menyampaikan produk Cimart ke pelanggan yang tidak mau bersusah payah pergi ke Cimart.

Dalam kopdar kompasiana, pak Ceppi juga sudah mulai berani tampil dan tulisannya ternyata tidak mengecewakan.

Sebagai sesama blogger Cikarang, kita sangat bangga mempunyai pak Ceppi, yang juga telah melahirkan blogger cilik murni Andra. Meski LiLo adalah blogger tercilik di Cimart yang paling duluan membuat blog, tapi Andra punya kekhususan, yaitu mampu membuat blog sendiri [autodidak], bahkan tanpa sepengetahuan ortunya.

Semua prestasi pak Ceppi ini layak diberi acungan jempol. Usulan pak Firman agar pak Ceppi ini ikut menjadi pengurus yang punya peran lebih dari saat ini tentu patut dipertimbangkan oleh Divisi Usaha ataupun Divisi Pemasaran.

Pengurus inti Komunitas Insan mandiri, kita sudah punya dan lengkap, tetapi toko Cimart saat ini masih mempunyai banyak bos, saatnya toko ini hanya punya satu bos saja. Silahkan dipertimbangkan untuk mengangkat pak Ceppi sebagai salah satu pengurus inti khusus Toko Cimart.

Seperti laiknya sebuah komunitas besar, maka disamping ada pengurus inti yang bertugas menjalankan roda komunitas, maka ada unit bisnis yang tugasnya lebih sepsifik, dalam hal ini mengurusi toko Cimart.





...
.

MMC2 Mulai Memanaskan Mesinnya

Pertemuan kedua MMC2 sudah mulai menemukan bentuknya. Bahkan dipakai sebagai ajang promosi untuk MMC3 yang segera akan dibentuk lagi. Hal ini terlihat dari adanya beberapa personil baru yang muncul ikut mendengarkan para anggota MMC2 berdiskusi.





Masing-masing peserta diskusi, seperti biasa, saling menyampaikan mimpinya dan peserta lain saling menyampaikan masukan yang terkait dengan mimpi yang disampaikan. Laiknya seperti teori brainstorming, semuanya memberi masukan dan tidak ada satupun yang disanggah oleh peserta lainnya.

Semua masukan, jelek atau buruk, cocok atau tidak, diterima sebagai masukan dan dibahas satu demi satu yang sekiranya paling cocok dengan kondisi yang mempunyai mimpi itu.

Misalnya masukan untuk meningkatkan publikasi warnet, yaitu mencari sekolah terdekat dan suatu kali diadakan acara ngenet gratis untuk siswa yang berprestasi di sekolah tersebut.

Masukan ini bisa jadi cocok untuk pengusaha bengkel yang ingin menaikkan keramaian di bengkelnya, karena sepi dan rame tetap membayar yang sama, maka pemilik bengkel tentu lebih senang kalau bengkelnya menjadi rame, toh biaya yang dikeluarkan tetap sama

Acara MMC2 ini dimulai dengan makan bersama, sekalian test rasa mie PERTO [emper toko]. Ini sebuah penampilan mie yang hanya punya tiga jenis rasa, yaitu enak, enak sekali dan sangat enak !:-)

Sebuah brand image yang bagus dilihat dari segi pemasaran.

Ada juga peserta lainyang bercerita tentang bisnis pakaian, dan ternyata nyambung dengan peserta lain yang juga punya usaha sejenis. Disinilah muncul suatu sinergi yang saling menguntungkan. Jalan bisnis yang tadinya samar-samar menjadi jelas, yang tadinya sudah jelas menjadi semakin jelas.

Itulah memang salah satu guna dari kelompok Mastermind ini.

Bagaimana kita bisa saling memberi, saling menyukseskan bisnis anggota kelompoknya, merupakan ciri khas dari kelompok MM ini. Yang disebut SUKSES bukanlah sukses pribadi, tapi membawa kelompoknya ikut sukses, itulah baru yang disebut SUKSES !

Salam sukses buat kelompok Mastermind Cikarang 2. Kita tunggu kelompok mastermind 3, yang anggotanya sudah antri [tinggal nunggu kompornya].




berfoto dulu sebagai acara wajib [narsis]
didampingi kompor abadi
...
.

MMC1 Berpadu Janji

Dalam pertemuan kelompok mastermind Cikarang 1 kali ini, meski tidak lengkap dihadiri oleh seluruh anggotanya, tetapi acara berjalan dengan lancar dan dalam suasana yang terlihat lebih sinergis.

Satu demi satu para peserta pertemuan menunjukkan tabungan hajinya. Ada yang di BANK A dan ada juga di BANK B.

"Tapi isinya cuma 1 juta pak, karena saat ini adanya ya cuma itu"

"Tidak apa pak. Nanti Allah yang akan mencukupkannya"

"Ternyata membuat niat dan mewujudkan niat itu banyak cobaannya ya pak. Sampai 3 jam lebih untuk menunggu antrian buat buku tabungan ini pak"

"Namanya saja berbuat baik, pasti banyak cobaannya"

Saling bersahutan, para peserta pertemuan menyampaikan komentarnya.

Acara pertemuan yang hanya dihadiri oleh 6 orang anggota itu ternyata justru sangat optimal. Mungkin itu sebabnya kelompok MM sebaiknya beranggotakan 6-8 orang saja. Itu adalah jumlah ideal agar semua peserta dapat berinteraksi secara aktif.

Salah seorang peserta yang biasanya lebih banyak diam, akhirnya ikut juga berkomentar, sehingga rasanya dada menjadi plong. Semua beban yang ada telah dibagikan dan masukan dari teman-teman telah membuat beban itu menjadi tantangan baru yang menggairahkan.

Ketika bicara masalah target naik haji, tanpa terasa dada menjadi sesak dan air mata mengucur tanpa tertahan lagi. Tak ada waktu untuk bersembunyi dan yang ada hanyalah puji syukur karena telah dikaruniai teman-teman baru yang seperti saudara, saling mengingatkan dalam kesabaran dan kebenaran.

Mulut bisa bicara bermacam bahasa dan hanya hati kita yang tidak bisa bicara bermacam bahasa. Bahasa hati kita hanya satu, itulah bahasa yang langsung sampai pada Tuhan.

Pertemuan selanjutnya, KMM Cikarang 1 ini akan bertempat di rumah pak Sangadi Budi, dengan topik bahasan masalah PENJUALAN [sales], nantinya akan disampaikan oleh pak Chairunas.

Bapak yang satu ini memang diam-diam menghanyutkan. Dengan modal tanpa punya usaha satu buahpun, bahkan berpikir tentang bisnis saja belum ada, tahu-tahu punya bisnis jualan sabun curah. Kemudian ketika pasang target langsung tercapai.

Di pertemuan selanjutnya pak Nas kembali memasang target yang lebih menantang, dan target itu tercapai lagi, dan semua itu hebatnya kuncinya hanya satu, yaitu PERTEMANAN !

Dengan networking yang kuat, maka bisnisnya melaju dengan kencang.

Pak Agus, yang mendalami bisnis bengkel sepeda motor sampai saat ini belum berhasil meningkatkan usaha bengkel sepeda motornya dengan angka yang signifikan, sehingga masukan dari teman-teman membuat pak Agus kembali  optimis, bisnisnya akan dapat berkembang lagi.

"Silahkan diadakan hari servis sepeda motor gratis dan ini akan membuat bengkel pak Agus terkenal, bengkel kelihatan ramai dan omzet bisa meningkat "

Bakmi Semar yang dikelola oleh mbak Win, terlihat juga omzetnya menurun. Hal ini terjadi mungkin karena nama bakmi Semar dirubah menjadi PADASUKA.

Mbak Win juga mulai merambah dunia jahit menjahit. Dalam waktu dekat ini, Mbak Win akan melakukan produksi jilbab yang dimodifikasi, sehingga tampil lebih memikat dan margin yang lebih baik. Ini dilakukan mengingat sebentar lagi akan datang bulan puasa dan hari lebaran.

Mas Budi, saat ini mengelola usaha pendidikan anak-anak dan baju muslim. Semuanya lancar-lancar saja, sehingga kondisinya sudah stabil. Hal ini harus diwaspadai, jangan sampai kondisi ini tiba-tiba berubah menjadi menurun tajam.

Untuk mengantisipasi hal itu, pak Budi mulai mencari bentuk pengembangan, antara lain dengan menambah cabang pendidikan dan pembuatan target peningkatan omzet busana muslim.

Satu-satunya blogger dalam kelompok ini punya target yang berbeda dengan teman-temannya. Ia berani menyebut tanggal tercapainya target, yaitu pada tanggal 14 September 2009 sudah selesai menyusun sebuah buku dalam format hardcopy.

Suasana pertemuan yang guyub ini awalnya didahului oleh cerita dari pak Ketua tentang makna dari sumpah palapa dari Gadjah Mada.

"Saya tidak akan ........... sebelum saya berhasil melakukan .......", begitu inti sumpah Maha Patih Gadjah Mada

Sebuah kalimat yang sederhana namun bermakna sangat dalam.

Semoga KMM Cikarang 1 ini terus meningkatkan sinergi dari semua anggotanya, sehingga semua target para anggota KMM Cikarang 1 dapat tercapai dengan ijin Allah swt.

Amin 

Di akhir acara, semua peserta pertemuan mendapat hidangan yang tak terduga. Apalagi kalau bukan Bakmi Semar yang lezat itu.


Saturday, June 20, 2009

Sinergi Cafe Ano's, Cimart Band, UBCimart dan Jaguar Musik

20-Juni-2009 hari sabtu malam minggu, sekali lagi Cimart Band tampil untuk yang kesekian kalinya. Berangkat sore tapi mainnya masih nunggu beberapa jam lagi. Jadi inget waktu SMA/kuliah, sambil nunggu jadwal main sambil nggodain cewek-cewek yang ada.... hehehehe
Tapi untuk saat ini pandangan saya berbeda walaupun tetap saya melihat sekeliling sambil ngincer pengunjung cewek yang ada. Kenapa yang saya lihat pengunjung cewek..... sebab menurut saya kalau di suatu Cafe atau tempat hiburan ada cewek yang cakep maka itu adalah sebuah nilai plus yang bisa diolah untuk menjadi sebuah pemasukan ".... please don't have negative thinking"

Penampilan pada sabtu malam itu adalah sebuah sinergi yang bagus antara UBCimart, Jaguar Musik, dan Cafo Ano's. Pengisi acara membayar biaya yang sangat-sangat murah dan Cafe Ano's mendapatkan pengunjung yang banyak tapi sayang sekali, pihak Cafe Ano's tidak bisa memaksimalkan penjualan dalam acara ini.

Pengisi acara yang tampil dari beraneka macam aliran musik tetapi kebanyak musik pop yang dengan lagu-lagu yang sekarang ngetop. Ada juga group dari Tambun yang beraliran METAL yang selalu bilang.....
Pengunjung cukup beragam mulai dari anak-anak ABG sampai yang sudah berumur yang datang dengan keluarga. Dari begitu banyak pengunjung, bisa dikelompokkan menjadi 2 (dua) yaitu
1. Kelompok Keluarga
2. Kelompok ABG

Kelompok 1 (keluarga) adalah kelompok yang bisa menghasilkan pembelian. Mereka sudah mempunyai penghasilan sendiri dan setiap kali datang minimal 3 minuman harus dibeli.
Kelompok 2 (ABG) biasanya kebanyakan duduk sambil nungguin temannya yang main atau ada juga yang sambil pacaran. Mereka sangat kecil untuk melakukan pembelian tetapi bukannya tidak mungkin. Kalau mereka datang berdua, dicoba untuk ditawarkan minuman/minuman yang ngetrend seperti Coca-Cola, teh botol, kentang goreng, pop corn, makanan ringan (kacang, cireng, dll)

Kelompok 1 (keluarga) biasanya datang pada pukul 19.00 - 20.00, hal ini dikarenakan mereka membawa keluarga jadi harus segera pulang kalau tidak anaknya akan ketiduran atau orang tuanya masuk angin.... (maklum kalah sama umur)
Kelompok 2 (ABG), datangnya acak dan mereka biasanya akan tetap disitu sampai acara bubar, maklum gratisan.... "jadi inget waktu sekolah dulu"
2 Kelompok ini sebetulnya bisa digarap oleh Cafe Ano's dengan maksimal tetapi lebih baik di-sinergikan antara Cafe Ano's + Cimart dan JM.


Ada beberapa cara untuk meraih penghasilan dari acara ini :
1. Cimart Band sebagai pengisi acara tetap di Cafe Ano's pada jam 19.00 - 22.00. Waktunya tidak harus setiap hari sabtu biar kelihatan eksklusif. Dipilih pada jam segitu adalah untuk menghibur kelompok 1 yang berduit biar mereka betah duduk lama-lama di cafe.
2. UBCimart dan JM membuka lapak 1 - 2 meja di sekitar Cafe untuk promosi. Cimart bisa bawa beras, minyak goreng atau apa aja sebagai display dan tidak lupa disediakan brosur. Diberikan discount khusus untuk pembelian pada hari itu. Lakukan cara-cara marketing jalanan untuk meingkatkan penjualan.
3. Sebagai band tunggal maka JM untuk saat ini tidak perlu dibayar tetapi hal ini tidak perlu selamanya sebab yang namanya penjualan harus menghasilkan keuntungan materi. Untuk tahap awal hal ini harus dilakukan untuk menambah jam terbang dan membuat portofolio Cimart band bagus dan juga bisa mewujudkan mimpi semua personilnya untuk menjadi terkenal.

Dari beberapa cara diatas pasti ada pertanyaan dari pihak Cafe Ano's.... apa yang saya dapatkan...?
Banyak sekali yang didapatkan oleh Cafe Ano's
1. Cafe Ano's akan mendapatkan pengunjung yang segmented yaitu kelompok 1 (keluarga) yang memang mempunyai kemampuan untuk belanja dan kelompok 2 (ABG) bisa ditingkatkan pembeliannya dengan sitem jemput bola.
2. Kita berikan margin kepada Cafe Ano's untuk setiap transaksi yang terjadi di Cafe Ano's dan untuk lebih fair maka sistem pembayarannya melalui kasir Cafe Ano's. Transaksi ini bisa berupa pembelian barang atau juga daftar kursus musik di JM.
3. Suasana Cafe akan semakin nyaman dan semakin terbentuk dengan seringnya dikumandangkan lagu-lagu Oldies dari Cimart Band atau group lain yang telah lewat seleksi dari Cimart Band/JM.

Dari keuntungan diatas yang pasti didapatkan adalah meningkatkan margin dari ketiga belah pihak yaitu pihak Cafe Ano's dan juga dari pihak Cimart dan Jaguar Musik (JM). Sebuah sinergi yang sama-sama win-win solution.


Salam sukses dunia akherat

Band Cimart di Waroeng Ano's

Band Cimart kembali beraksi di Waroeng Ano's. Malam ini ada tambahan satu personil yang "mumpuni" di bidang tarik suara. Warna Cimartpun sedikit berubah, tetapi tetap dengan modul jadulnya. Hanya lagu-lagu lawas yang dibawakan.


 
berlatih dulu sebelum manggung

 
diskusi serius sebelum manggung 

 
sudah menunggu untuk digenjreng 



supporter sudah lengkap termasuk buntutnya


 




pemain sudah mulai ngantuk menunggu giliran tampil


 
akhirnya main juga deh...!:-)


 

wartawan cimartpun mulai beraksi






sampai terduduk


 

pemainpun makin syuuur bernyanyi




  
mesin cimart semakin panas


 
gebukan drum terus penuh semangat


 

waktu juga yang akhirnya memisahkan kita




Sampai jumpa di pentas-pentas Cimart yang lain.

Terima kasih pada Waroeng Ano's, semoga tambah laris dan tambah berkah usahanya. Insya Allah, Amin.

...

.