Saturday, June 13, 2009

Pelatihan Blog [untuk umum]

Roadshow Blogshop Kompasiana
Kerjasama Kompas Cyber Media dan Komunitas Cimart Cikarang

Begitu judul keren dari acara yang akan dikomandoi oleh Mas Nikolas Masud didampingi olah Pakar Komputer Mas Rawi [pemilik resmi gudang ide gila TDA Bekasi], yang ngetop dengan salam dunia akheratnya.

Acara ini rencananya akan digelar di Resto Samikuring yang saat ini dalam persiapan akhir [finishing] pemasangan free hotspot [internet gratis].

Mengambil hari Minggu pertama bulan Juli, 5 Juli 2009, dan akan dimulai pada jam 09.00 dengan estimasi akan berakhir pada jam 16.00, maka diharapkan minimal ada 30 blogger Cikarang yang akan ikut berpartisipasi.

Biaya pendaftaran acara ini sebesar 50 ribu rupiah dan peserta akan mendapat makan siang, materi pelatihan dan beberapa cindera mata lainnya dari sponsor acara.

Untuk sementara, sambil menunggu pengumuman resmi dari ketua panitia acara ini, maka dipersilahkan "booking" dulu pendaftaran acara ini melalui blog ini.

Silahkan menuliskan komentar di artikel ini, dengan menyebutkan nama, alamat rumah serta alamat email. Bisa juga langsung kirim "booking" pendaftaran ke ub.cimart@gmail.com

update :

Uang pendaftaran @ Rp 50.000,- Kirim ke nomor rek :
Bank Mandiri Rek. no : 156-000-239- 323-1 [Saparjan]
SERTAKAN KODE UNIK DIBAGIAN AKHIR JUMLAH TRANSFER

misal : 50.008

keterangan :
angka delapan adalah kode unik-nya
atau tulis 3 angka terakhir handphone masing-masing.

JANGAN LUPA Kirim konfirmasi pengiriman ke :
saparjan_kren@yahoo.com

CC ke alamat :
masud.pru@gmail.com

Friday, June 12, 2009

Obrolan menjelang shalat maghrib ........


Aku lagi bingung nih..... mau tetap kerja full time..... atau kerja sambil usaha..... apa full usaha.......


Itulah sedikit potongan obrolan melalui chating dengan teman ..... yang mudah-mudah ada manfaatnya ...........



Jumat, 12 Juni, 2009

Teman (16:52): Assalamualaikum Pak Rui.

Teman (16:53): Lagi sibuk nih? Dari tadi on line terus...

Ruwiyono (17:07): Waalaikumsalam mas , maaf computer memang ol terus tapi tadi sy lg keluar .... ada yg bisa dibantu ...

Teman (17:11): Pengen tukar pikiran aja Pak.

Ruwiyono (17:12): Silahkan ....

Teman(17:13): Setiap saya discus dengan teman ttg niat saya untuk full TDA, kebanyakan menyarankan jangan keluar dulu sebelum usahanya jalan.

Teman (17:14): Sementara usaha ini gak akan berjalan baik kalau saya masih berstatus karyawan.

Teman (17:15): Gimana ngatasinnya ya...?

Ruwiyono (17:15): Kalau secara waktu dan pikiran masih sanggup untuk jalan dua2nya .... jalankan dua-2nya .... atau usaha lebih banyak di pegang/fokus oleh istri ... mas cukup back-up managementnya

Teman (17:16): Idealnya memang seperti itu.

Teman (17:16): Untuk yang pakaian muslim memang istri saya yang pegang.

Teman (17:18): Sebetulnya ada larangan gak sih kalo mau ganti usaha?

Teman (17:18): Mau banting stir nanti di anggap gak komitmen....

Ruwiyono (17:19): sebenarnya kendalanya apa usaha yang sedang jalan sekarang ? Kalau masih bisa dijalankan kenapa nggak .... mungkin perlu dicari metode baru saja...... atau minta saran teman-teman

Teman (17:21): Kendala utama saat ini adalah peralatan yang kurang memadai/mixer roti.

Teman (17:22): Kalau dilakukan secara manual, keluar energi terlalu banyak.

Ruwiyono (17:22): Untuk usaha pakaian muslimnya bagaimana ? apa kendala ?

Teman (17:22): Belum lagi masalah marketing/promosi yang harus ditangani langsung.

Teman (17:24): Untuk usaha pakain muslim sedang berjalan dengan sistem pembayaran tempo 2x atau 2 bulan.

Teman (17:24): Order alhamdulillah dalam seminggu bisa 7 hingga 10 potong.

Ruwiyono (17:26): Nah ... kenapa gak fokus dulu ke pakaian muslim ? saya kira itu yang lebih baik ....

Ruwiyono (17:27): Kalau nanati pakaian muslim sudah berkembang dan tidak perlu kerja keras lagi .... baru boleh melirik ke usaha yang lain....

Teman (17:29): Ya itu tadi, karena sistem pembayarannya 2x cicilan, modalnya nyangkut disitu.

Ruwiyono (17:30): Justru itulah seninya usaha..... itu merupakan pengalaman yang paling berharga,,,, yang penting jangan patah semangat, karena jenis usaha apapun pasti akan ada suka-dukanya.......

Ruwiyono (17:34): Pasang-surut atau suka-duka dalam usaha itu sudah menjadi hal yang biasa.... apakah itu usaha yang baru dimulai (kecil2an) maupun usaha yang sudah lebih besar.... pasati akan mengalami kendala-kendala seperti yang mas alami ..... justru itu merupakan suatu pembelajaran yang paling berharga .... karena dalam teori berusaha hal spt itu tidak akan di alami .... makanya sekecil apapun usaha itu pasti akan mendapat hal-hal yang sangat berharga bagi kita untuk melangkah ke usaha yang lebih besar .... Insya Allah

Teman (17:35): Ya...,mungkin saya terlalu banyak belajar teori kali Pak.......

Teman (17:36): Usaha roti, walau pun margin nya kecil tapi faktor kalinya besar dan pangsa pasarnya sangat besar.

Teman (17:37): Pakaian muslim, walaupun marginnya lebih besar faktor kalinya lebih kecil dan pasarnya cepat jenuh.

Teman (17:37): Begitu Pak, teorinya......

Teman (17:40): Dan saya baru dan sedang belajar menerapkannya di dunia bisnis yang sebenarnya.

Teman (17:41): Tapi dengan tukar pikiran seperti ini biasanya suka dapet ide gak terduga Pak....

Ruwiyono (17:42): Mas jangan lupa, untuk usaha roti yang mas sebutkan 'kan itu baru dalam angan atau melihat usaha sejenis yang sudah jalan....dalam prakteknya nanti kita belum tahu apa kendala-kendalanya ..... intinya semua jenis usaha kalau dijalankan dengan tekun dan semangat ....selebihnya kita pasrahkan pada Allah SWT ..... Insya Allah akan ada jalan......., termasuk yang sekarang menjadi pikiran mas...

Teman (17:44): Ok deh Pak Rui, makasih atas masukannya. Dah mau magrib kayanya. siap-siap sholat magrib dulu Pak..

Ruwiyono (17:45): Baik mas ..... Insya Allah setelah shalat maghrib akan mendapat ide-ide yang cemerlang ...... tetap semangat dan mari kita off line karena maghrib menjelang .... wa'alaikumsalam wr.wb



Tuesday, June 9, 2009

Menulis, Blogging & Pergaulan Virtual

  

“Writing is an exploration. You start from nothing and learn as you go.”

E. L. Doctorow quotes (American Author and Editor, b.1931)

Taken from : www.thinkexist.com/quotation

MENULIS sudah menjadi bagian dari hidup saya sejak kecil. Konon, kata kedua orang tua saya, sejak umur 3 tahun saya sudah rajin mencorat-coret tembok rumah dan saat duduk di bangku kelas 1 SMP saya membuat komik-komikan silat (terinspirasi dari komik-komik Ganes TH, RA. Kosasih, Tin-tin serta novel asmaraman Kho Ping Kho yang telah lahap saya baca hasil meminjam dari rental komik dekat rumah) diatas lembaran-lembaran kertas bekas. Pembaca komik asal-asalan itu adalah ayah dan ibu serta paman saya yang dengan antusias selalu menanyakan kapan saya merilis lanjutan komik itu. Di bangku SMA, saya melanjutkan kreativitas itu dengan membuat bulletin sekolah stensilan 2 halaman (sekali “cetak”100 exemplar). Selama setahun (terbit sebulan sekali) bulletin tersebut terbit. Saya bertindak sebagai pemimpin redaksi, penulis bahkan kadang-kadang sebagai “loper” juga. Perlahan kemampuan menulis saya mulai terasah dan saya menemukan serta memggali secara intens potensi terpendam dalam diri saya.

Memasuki bangku kuliah tahun 1989, saya mulai merambah dunia media. Cerpen pertama saya berjudul “Mahasiswa dan Konglomerat” dimuat di Penerbitan Kampus “Identitas”Unhas tahun 1990. Sejak saat itu, karya-karya saya (khususnya cerpen) mulai “merajalela” di berbagai penerbitan lokal di Makassar. Tahun 1993, untuk pertama kalinya sebuah tulisan saya (berupa artikel) dimuat di media cetak nasional “Republika”. Dan berturut-turut beberapa diantaranya dimuat di Femina, Panji Masyarakat (alm), Suara Pembaruan, dll. Tidak hanya kebahagiaan batin yang saya peroleh (karena tulisan saya dimuat di media) tetapi juga dengan honor tulisan saya di berbagai media, ayah tidak perlu merogoh kantung lebih dalam untuk biaya kuliah serta biaya transportasi saya ke kampus dan kembali ke rumah (jaraknya sekitar 20 km). Boleh dikatakan pada saat itu saya menjalani masa-masa puncak karir penulisan saya.

Saya mulai menekuni lebih dalam dunia penulisan ketika diangkat sebagai redaktur pelaksana Penerbitan Kampus “Identitas” UNHAS tahun 1992 dan mendirikan sekaligus menjadi Pemimpin Redaksi Surat kabar mahasiswa “Channel 9″ Fakultas Teknik UNHAS tahun 1992. Banyak pengalaman berharga saya dapatkan dari kedua aktifitas itu. Mulai dari manajemen redaksional hingga mesti siap menghadapi teguran pimpinan kampus bila tulisan kami yang sarat kritik dengan idealisme mahasiswa menggebu-gebu memprotes kebijakan orde baru saat itu.

Berbeda dengan Penerbitan Kampus “Identitas” yang dibiayai kampus, Channel 9 mesti membiayai diri sendiri dari iklan dan penjualan ke Mahasiswa. Yang cukup berkesan agar penerbitan “Channel 9″bisa tetap “bernafas” kami menjualnya langsung ke tempat-tempat nongkrong mahasiswa dengan harga Rp 500/eks. Daya tarik utamanya adalah headline yang “galak” dan bombastis. Strategi ini terbukti sangat laku menjaring pembeli/pembaca. Sayang, hidup Channel 9 tidak lama dan akhirnya berhenti terbit tahun 1996.

Pada akhir tahun 1993 saya berhasil menjadi Juara Pertama Lomba Karya Tulis Hemat Energi tingkat Universitas se-Indonesia Timur yang diselenggarakan oleh Deptamben dan Museum Energi TMII, namun sayang, kalah dengan sukses ditingkat nasional. Bagi saya, prestasi yang saya raih tersebut memacu saya untuk berbuat lebih baik lagi dimasa depan. Syukur Alhamdulillah, meski sibuk dalam kegiatan ektra kurikuler, saya dapat menyelesaikan studi dengan hasil sangat memuaskan bahkan menjadi alumni terbaik.

Memasuki dunia kerja, aktifitas menulis saya mulai surut. Pada periode “non-produktif” itu, saya hanya sempat menulis cerpen di Femina (berjudul “Salju di Kyoto”,1996) dan Suara Pembaruan (berjudul “Badai”, tahun 1997). Saya begitu larut dalam aktifitas pekerjaan.

Akhirnya perkenalan saya dengan blog dimulai, dipenghujung tahun 2002. Hari itu saya disapa via chatting YM oleh kawan saya, Tomi Lebang (mantan wartawan TEMPO dan telah merilis bukunya “Sari Pati Pidato Jusuf Kalla” -Gramedia) yang ketika itu tengah menempuh pendidikan di London. Dia meminta saya untuk membaca blognya di www.tomilebang.blogspot.com. Saya sangat terkesan apalagi setelah mendengar penuturan Tomi cara membuatnya sangat mudah dan gratis!.

Lewat chatting yang intens, saya diajari Tomi tahapan membuat blog. Saya membuat blog untuk anak pertama saya Muh.Rizky Aulia Gobel dengan niat mendokumentasikan kehidupan keseharian Rizky. Gelora menulis saya tumbuh lagi.

Sejak pertama kali menulis blog untuk anak pertama saya , awal tahun 2003 silam, saya tidak semata-mata menemukan sebuah sarana curhat yang gratis, bebas sensor dan bebas biaya distribusi tetapi lebih dari itu, saya bisa menampilkan refleksi kehidupan keluarga saya secara virtual lewat media internet. Hadirnya blog Rizky –buah hati kami yang lahir 3 tahun sejak saya dan istri menikah tahun 1999–pada awalnya memang diniatkan menjadi catatan perjalanan kehidupannya mulai lahir dan (mudah-mudahan) hingga dewasa kelak.

Harus diakui, blog sebagai salah satu bagian budaya digital memberi pengaruh besar bagi perkembangan dunia informasi dewasa ini. Merebaknya layanan blog gratis yang ditawarkan seperti dari blogger.com, blogdrive.com, blogsome.com, dan lain-lain, memberi peluang tumbuh kembang blog secara spektakuler. Ditambah lagi semakin melaju pesatnya teknologi digital terbaru serta kemudahan dan kecepatan akses internet misal melalui area hot-spot memungkinkan seseorang dapat seketika melakukan update terbaru di blog masing-masing.

Mengikuti kecenderungan yang terjadi, saya menulis blog anak yang sesungguhnya lebih didasari keinginan untuk berbagi informasi, ekspresi dan juga keceriaan dari aktifitas Rizky. Amy Jo Kim seorang konsultan dan pengarang buku “Community Building on the Web: Secret Strategies for Succesful Online Communities” , seperti dikutip dari blog Enda Nasution (http://enda.goblogmedia.com/apa-itu-blog.html), menulis bahwa diperlukan beberapa syarat dasar khusus untuk menjadi seorang Blogger, yaitu kemampuan untuk mengekspresikan diri, keinginan untuk berkomunikasi dengan orang banyak dan minat pribadi pada “keterusterangan”.

Saya memberi aksentuasi khusus pada kalimat terakhir Amy, karena dengan menulis blog anak saya–mau tidak mau–memberi peluang bagi pembaca untuk secara “telanjang”mengetahui lika-liku dan latar belakang kehidupan keluarga saya. Tentu saya mesti siap menempuh resiko “keterus-terangan”itu. Blog sebagai refleksi personal pembuatnya pada gilirannya–secara langsung maupun tidak–menjadi “jendela” yang membingkai ide, aktifitas keseharian, emosi, kreatifitas,harapan bahkan mimpi-mimpi sang penulis blog.

Melalui blog Rizky, saya berusaha mengartikulasikan “ketelanjangan” itu lewat untaian kalimat yang (moga-moga) tidak hanya sebagai representasi aktifitas keseharian Rizky juga menjadi bahan renungan bagi semua publik pembacanya. Seperti cuplikan kisah dari blog Rizky diawal tulisan ini, selain sebagai dokumentasi aktifitasnya, saya juga “menitip”pesan tersirat pada Rizky bahwa mental pecundang mesti disingkirkan jauh-jauh dalam dirinya, sebagai lelaki. Dan itu, tidak mudah. Pada Posting yang lain “Bayi juga Manusia”, saya mengisahkan pertemuan Rizky dan ibunya dengan seorang bayi hasil hubungan gelap yang dititipkan di klinik tak jauh dari rumah kami. Sebuah potret kelam dari kehidupan dunia yang kian carut-marut. Sementara di posting “Mbak Ami Minggat, Mbak Ida Merapat” dipaparkan kisah lika-liku mencari pembantu rumah tangga yang memiliki beragam karakter. Atau pada posting “Menemani ayah bercukur” saya merekam percakapan konyol saya dengan seorang cukur yang mengkritisi kondisi sosial politik sekarang kemudian dituturkan lewat “kacamata” Rizky yang kebetulan ikut menemani saya waktu itu.

Setelah berhasil membuat blog Rizky, saya melanjutkan membuat blog kumpulan cerpen saya. Motivasi saya adalah melakukan dokumentasi virtual atas karya-karya saya yang sebagian besar hanyut dibawa banjir ketika saya masih kost didaerah Cawang. Blog tersebut sebelumnya berada di http://untaiancerpen-amriltgobel.blogspot.com dan setelah menyewa hosting sendiri akhirnya menetap di www.amriltgobel.net dan kini di www.daengbattala.com.

Keinginan saya untuk menulis ibarat mendapat “tenaga” baru ketika bergabung dengan komunitas blogfam. Sebuah komunitas blogger terbesar di Indonesia yang mengedepankan nuansa kekeluargaan yang hangat. Melalui sejumlah interaksi yang intens baik melalui saling membalas posting di forum, Chat di YM, Email dan kopdar, saya menemukan banyak sahabat baru dengan berbagai umur dan latar belakang bahkan dari sejumlah negara di berbagai belahan dunia, yang disatukan oleh hobi yang sama: ngeblog. Sesuatu yang membuat saya makin takjub pada keajaiban internet dan kemampuan fantastis blogfam menghimpun semua potensi ini, dalam satu wadah komunitas blogger Indonesia terbesar. Sebentuk pergaulan virtual yang sungguh mengasyikkan.

Pada Bulan Februari 2006, saya dihubungi via email orang Mas Ang Tek Khun-Pengelola Penerbit Gradien Yogyakarta yang juga anggota blogfam. Betapa kagetnya saya ketika ia menyatakan berminat membukukan blog anak saya, Rizky. Ketika saya tanyakan alasannya, beliau menjawab : blog anak anda itu lucu, inspiratif dan sangat marketable.

Semual saya menganggap Mas Khun-demikian saya memanggilnya-hanya main-main. Tapi beliau menyatakan keseriusannya. Setelah berdiskusi dengan istri, keesokan harinya, saya membalas email Mas Khun untuk menyatakan kesediaan.

Saya pun lalu pontang-panting menyiapkan naskah blog anak saya yang di-copy paste langsung dari blog. Satu bulan kemudian, kompilasi naskahnya jadi dan saya kirimkan ke kantor Mas Khun termasuk hard-copy dan CD-nya. Proses masih terus berlanjut melalui tahapan penyuntingan dan pembicaraan soal kontrak royalti. Blog anak saya tersebut akhirnya terbit awal Januari 2007 setelah sempat tertunda karena gempa di Yogya, tempat dimana Penerbit Gradien berada. Buku tersebut diberi judul “WARNA-WARNI HIDUPKU”. Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah SWT bahwa berkat aktifitas menulis, ngeblog dan pergaulan virtual saya, mimpi membuat buku akhirnya terwujud.

Beberapa waktu kemudian, saya dipercaya oleh Blogfam untuk menjadi salah satu tim penyunting buku-buku karya anggotanya. Maka dalam kurun waktu tahun 2007-2008, saya turut berpartisipasi “membidani” lahirnya 3 buku karya Komunitas tersebut masing-masing buku Flash!Flash!Flash!-Kumpulan Cerita Sekilas (Gradien Mediatama 2007), Kumpulan Cerita Komedi Cinta edisi Pertama : Makan Tuh Cinta! (Gradien Mediatama,2008) dan Kumpulan Cerita Komedi Cinta edisi Kedua : Ramuan Jomblo (Gradien Mediatama, 2008).

Saya juga dipercaya mengelola penerbitan Majalah Online Blogfam yang terbit pertama kali Februari 2006 sebagai Redaktur Pelaksana hingga “akhir hayat” terbitan paling bontot Majalah tersebut pada Bulan Desember 2008. Setelah itu, saya kemudian aktif sebagai salah satu penulis blog dan koordinator kanal Cityblogging di Asia Blogging Network yang didirikan oleh Profesional Blogger Pertama di Indonesia, Budi Putra.

Ada berkah lain yang saya peroleh berkat ngeblog. Kawan saya, Yeri Hermanto dan istrinya Relitha yang merupakan tim penulis scenario dari Sinemart Production House suatu hari menelepon saya dan menyatakan tertarik untuk mengangkat ide cerita cerpen saya menjadi sinetron PINTU HIDAYAH/MAHA KASIH setelah membacanya diblog saya. Saya terkejut bukan main dan akhirnya mengucap syukur tak terhingga. Dua cerpen saya “Seorang Pelacur dan Supir Taksi” (ditayangkan di Pintu Hidayah RCTI, 6 November 2006) dan “Cinta Dalam Sepotong Kangkung” (ditayangkan di Maha Kasih-2 RCTI, tanggal 9 Desember 2006). Setelah itu menyusul sejumlah ide cerita lainnya seperti “Kisah Sedih si Gadis Badut” (ditayangkan di Maha Kasih-2 RCTI Hari Sabtu, 13 Januari 2007), “Kisah Penyiar Radio dan Gadis Patah Hati” (ditayangkan di Maha Kasih 2 RCTI tanggal 17 Maret 2007) serta “Majikan Kikir dan Tukang Kebun” (ditayangkan di Pintu Hidayah dalam edisi special Maulid Nabi Muhammad SAW pada Hari Minggu, 1 April 2007).

Bukan hanya itu ternyata “keajaiban” yang saya peroleh dari ngeblog. Syafrina Siregar, seorang blogger dari Batam dan novelis yang sudah menghasilkan empat karya novel meminta saya untuk mengisi Puisi dari setiap bab dari novelnya berjudul “ISTRI KONTRAK”. Saya menyanggupinya dan 5 puisi sayapun nampang dengan sukses di novel yang terbit pertengahan Juni 2007 itu.

Kehadiran komunitas blogger Makassar (www.angingmammiri.org) sungguh sangat menggembirakan saya. Sejak pertama kali digagas oleh Rara dan kawan-kawan, saya sangat antusias untuk ikut berperan serta aktif disana sebagai penasehat. Selain bertemu teman-teman baru, memperluas networking, komunitas ini sangat unik karena mengusung tema-tema spesifik mengenai Makassar-tempat dimana saya lahir, besar, sekolah dan menyelesaikan study (1970-1994).

Apalagi komunitas ini begitu kental menggunakan dialek serta istilah-istilah khas Makassar yang membuat saya serasa berada “dirumah sendiri”, bercakap, bercanda dan berdiskusi tentang banyak hal ditemani Sarabba’, Es Pisang Ijo, Roko-Roko Unti’ atau Songkolo’.

Sebuah momentum luarbiasa dilakukan oleh Komunitas ini setelah pada usianya yang kedua, berhasil menerbitkan buku perdana Komunitas Blogger Daerah di Indonesia berupa Kumpulan Cerita Gokil : Ijo Anget-Anget (Gradien Mediatama, 2008) dan sekarang sedang mempersiapkan buku keduanya Kumpulan Kisah Inspiratif Blogger Makassar : Konro Soup for the Soul. Pada dua buku tersebut saya terlibat aktif sebagai Koordinator Tim Penyuntingnya.

Memasuki tahun keenam “karir blogging” saya di dunia maya, saya semakin mendapatkan banyak manfaat dari hobi ini. Saat ini saya secara tekun dan berusaha tetap konsisten mengelola blog Pribadi saya di www.daengbattala.com.

Akhirnya menutup uraian saya -yang mungkin cenderung narsis-saya berharap agar pembaca bisa memetik hikmah dan pengalaman lewat apa yang saya tuturkan lewat tulisan sederhana ini. Menulis sebagai basis utama ngeblog mesti senantiasa dilatih dan dikembangkan. Seperti pada “quote” yang saya kutip diatas, Menulis adalah sebuah eksplorasi, anda mulai dari nol dan belajar bersamanya sepanjang jalan

Sinergi pengusaha dan ilmuwan menghasilkan produk yang dahsyat


Tanggal 20-Mei-2009 pukul 19:00 WIB setelah seharian ngurusin order kerjaan, saya melihat di TransTV ada acara aneh. Film di dubbing bahasa Indonesia dengan pemain orang bule dan orang Jepang. Cukup sebentar saya lihat acara ini tapi habis itu pindah channel lain….. aneh TransTV, jam segini nyiarin film beginian.

Tapi karena penasaran maka siaran tersebut saya ikuti dan ternyata memang dahsyat sekali ceritanya…..

Di ceritakan tahun 1907 jiwa kebangsaan orang Jepang pada saat itu begitu mendalam dan salah satunya adalah Dr. Kikunae Ikeda. Beliau tidak puas dengan kondisi masyarakatnya (Jepang) pada saat itu. Beliau ingin bangsanya bisa bersaing dengan negara lain.

Seorang Jepang bernama Dr. Kikunae Ikeda mengarungi perjalanan yang mengarah ke sebuah penemuan dan pembuatan rasa baru yang menggiurkan yang selalu memanjakan lidah warga dunia. Beliau melakukan ini setelah membaca laporan dari Dr. Hiizu Miyake, M.D yang menyarankan bahwa pencernaan makanan berkaitan dengan rasa makanan, Dr. Kikunae Ikeda melakukan investigasi lanjutan mengenai topik ini.

Saat Dr. Kikunae Ikeda menempuh pendidikan di Jerman, ia menemukan rasa yang sangat istimewa dan selalu ada dalam masakan eropa, tidak seperti 4 rasa yang selama ini beliau kenal yaitu : manis, asam, asin dan pahit. Hal ini menggugah rasa keingin tahuan beliau dan akhirnya dilakukan sebuah penelitian oleh Dr. Kikunae Ikeda terhadap sumber rasa yang tak dikenal ini.

Dari beberapa kali percobaan akhirnya Dr. Kikunae Ikeda mengarah ke Kombu, sebuah rumput laut yang bergizi. Rasa ini lalu dinamakan umami. Pada saat ini rasa itu dianggap sebagai satu dari lima rasa dasar dalam daftar makanan kita.

Penemuan ini menarik perhatian seorang konglomerat yang bernama Soburu Suzuki (pendiri Ajinomoto). Beliau juga mempunyai visi yang sama yaitu ingin membuat masyarakat Jepang menjadi lebih baik.

Setelah melalui beberapa tahap negosiasi akhirnya keduanya sepakat untuk bersinergi untuk mewujudkan mimpi yang sama.


Pelajaran yang bisa diambil adalah bahwa semua orang mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi sukses, kaya dan terkenal. Tidak perduli posisi dan kedudukan kita pada saat ini apabila memang sudah ada peluang untuk maju maka kesempatan itu harus segera di ambil.


Dalam hal ini Dr. Kikunae Ikeda adalah seorang professor dimana biasanya seorang professor itu kecil sekali untuk memikirkan segi bisnis dan sang pengusaha Soburu Suzuki sebagai partner Dr. Kikunae Ikeda ini sangat jeli melihat peluang. Soburu Suzuki memberikan masukan kepada Dr. Kikunae Ikeda agar ramuannya dirubah menjadi sebuah produk yang bisa dijual secara masal (tidak diceritakan apakah pada saat itu memang disiapkan untuk penjualan ke seluruh dunia atau tidak…)


Untuk cepat berkembang maka manusia harus bekerja-sama dalam mewujudkan mimpi-nya.

Dengan kombinasi sistim penjualan yang baik dari sang pengusaha Soburu Suzuki dan ilmu dari Dr. Kikunae Ikeda maka AJINOMOTO bisa berkembang ke seluruh dunia. Sungguh kombinasi yang dahsyat.


Yang harus di ingat adalah…. Kita sebagai individu harus bisa mempersiapkan diri kita sendiri agar diri kita memang layak untuk diajak kerjasama.


Monday, June 8, 2009

Pesta Blogger 2009

PB09 sudah semakin panas, logo sudah dipajang di beberapa blog. Design logo ini memang menarik banget.


Logo PBo9

Silahkan langsung ke TKP untuk info lebih lanjut.

Bagi yang tinggal di Cikarang, mari bergabung dengan Blogger Komunitas Cikarang. Ada fisbuknya tuh, search aja di FB dengan kalimat kunci Pesta Blogger 2009 [barengan berangkat]

Wakil dari Komunitas Blogger Cikarang yang duduk di kepanitiaan PB09 ini adalah mas ATG, sekaligus mewakili komunitas ANgin Mamiri, karena beliau juga adalah sesepuh blogger angin mamiri.

Yuk siap-siap ikut pesta blogger [lagi]
.....
...
.

Sunday, June 7, 2009

Presentasi Cimart

iseng-iseng mengconvert hasil karya pak Beni Abdullah menjadi sebuah video presentasi.

Video Presentasi Cimart berikut dapat anda saksikan di bawah ini:





Wassalam,
Yani Pitono
www.beruangcokelat.com

Niat Menuanaikan Ibadah Haji

Pada pertemuan Mastermind Cikarang yang ke tiga, ada satu kesepakatan yang muncul secara reflek di antara para pserta, yaitu niatan untuk menunaikan ibadah haji bersama-sama.

Niat ini dikompori oleh pak Mualib, selaku kepala suku mastermind cikarang 1, dan mendapat respon positip dari semua anggota.

Pak Agus Cahyo, ditunjuk sebagai ketua rombongan para anggota MMC1 ini. Bank yang disepakati adalah Bank Syariah Mandiri, sedangkan paket yang akan dipilih disesuaikan dengan kondisi jamaah MMC1 ini.

Energi positif yang melingkupi seluruh anggota MMC1 ini benar-benar membuat semua jadi bergairah untuk menunaikan ibadah haji di tahun 2012.

"Kan hanya sekitar 35 juta, jadi kalau untuk dua orang, maka uang seratus saja sudah sisa", kelakar mereka

Jangan ditanya berapa uang yang ada di tabungan mereka dan berapa yang dapat dimasukkan lagi dalam tabungan untuk kurun sampai tahun depan.

Pasti tidak akan cukup uang mereka untuk naik haji, kecuali beberapa orang yang terlihat mampu, misalnya pak Mualib, yang sudah pernah berhaji dan punya aset di beberapa tempat.

Peserta lainnya boleh dikata harus berupaya lebih keras agar dapat menyisihkan uangnya untuk menunaikan ibadah haji.

Dengan niat, usaha dan doa yang keras, insya Allah semua itu akan terwujud. Kubayangkan Pak Dhe manggut-manggut di sudut ruangan. Pasti dia setuju dengan apa yang kita niatkan.

Insya Allah barokah. Amin.