Thursday, May 21, 2009

Sepeda Sehat CiMart : meningkatkan semangat kebersamaan

Akhirnya hari sepeda sehat itupun tibalah. Inilah hari olah raga sehat yang murah meriah. Peserta Sepedaan ini campuran antara anggota TDA Bekasi yang juga anggota Komunitas Insan Mandiri Cikarang maupun anggota Band CiMart.

Sepedaan dengan jalur “on road” dimulai dari Cluster Montana ke Jababeka Golf, masuk ke kampung-kampung untuk jalur “off road”, kemudian masuk jalur “on road” lagi, melewati cluster Tropikana dan kemudian finish di KUPAT TAHU Bandung Rusa Raya.

Pagi-pagi Aku dan Anis [anak istri] sudah pada bangun, menyiapkan segala sesuatu untuk acara sepedaan Komunitas Insan Mandiri Cikarang yang lebih terkenal dengan sebutan Grup Cimart.

Ada kacang ijo yang kami blender dengan blender khusus, sehingga rasanya pasti berbeda dengan kacang ijo yang sering diminum oleh kawan-kawan yang sebentar lagi akan memenuhi rumah kami.

Satu lagi makanan yang kami siapkan adalah Carang Gesing, yang juga insya Allah dijamin enak, karena ditangani oleh istriku yang sedang getol-getolnya masak.

Jam 6.00 saat mestinya para "sepedawan" mulai berkumpul, ternyata belum ada yang nongol. Malah tetanggaku yang nongol duluan sambil ngajak anaknya yang masih pakai sepeda roda 4.

Kamipun ngobrol ngalor ngidul sambil menunggu teman-teman yang masih sibuk dengan kegiatan paginya masing-masing.

Ketelepon pak Ruwi, pak Saparjan dan pak ATG. Mereka pada siap untuk menuju ke rumahku, tapi akhirnya pak ATG nggak muncul juga, padahal ditunggu oleh Band Cimart sampai lohor untuk menyanyikan lagu My Way.

Kulihat di Fisbuk, pak ATG sempat lapor ke kelas dan kemudian istirahat karena malemnya begadang menjaga keamanan kampung [alias ronda].

Om Gazelle [Lead Gitar Band Cimart] yang akhirnya muncul beberapa saat kemudian. Sebagai biker sejati, maka semua perlengkapan standard menempel di badan dan sepeda pak Lis [alias Om Gazelle]

Kaca mata yang dipakai juga kulihat berbeda dengan kaca mata sepeda yang pernah kupunyai. Ada stopper untuk menahan keringat yang mengucur ke mata, sehingga keringat itu meresap di stopper itu atau dialirkan ke sisi kanan kiri mata pemakai.



Akhirnya satu demi satu peserta sepedaan Cimart muncul juga. Pak RTkupun ikut meramaikan suasana dengan suara emasnya.



Sebuah keyboard PSR 1500 sangat pas mengiringi semua biduan dadakan pada pagi itu.



Setelah puas menyantap jus kacang ijo, Carang gesing dan melepas stres dengan lagu-lagu nostalgia, maka berangkatlah rombongan kecil ini menuju ke lapangan golf.

Tentu saja acara narsis tidak dilupakan. Sayangnya, karena kebanyakan tukang foto, jadi acara foto-memfoto ini tidak jelas fokusnya. Yang penting ada dokumentasinya !



Perjalanan on road dimulai dari Rumahku di Jalan Puspita VII Blok T.26 Montana sampai ke Lapangan Golf Jababeka.

Begitu sampai di Golf Jababeka, LiLo langsung membagi voucher Kupat Tahu Bandung [KTB]. Ada diskon 40% dari pak Ato, anggota Grup Cimart yang menjadi pemilik KTB. Yang lucu adalah saat Lilo memberikan voucher diskon KTB ini ke Pak Ato, sang Pemilik KTB.



Rupanya LiLo tidak tahu kalau yang dia beri voucher adalah sang pemilik voucher. Untungnya pak Ato sangat bijaksana. Dengan senyumnya dia menerima voucher itu, sehingga LiLo tidak merasa salah memberi.



Sejak kemarin, LiLo memang sudah menunggu saat-saat bersepedaan ini, sehingga hari ini dia terlihat begitu bersemangat untuk melakukan apa saja untuk mendukung acara sepedaan ini.

Acara sepedaan Grup Cimart ini jadi terasa sangat spesial buat keluargaku, karena anakku yang nomor dua sedang siap-siap merayakan ultahnya nanti malam [tapi acaranya sengaja disamarkan, sehingga anakku nomor dua tidak tahu kalau ada kejutan menanti di malam harinya]. Sejak kemarin anakku ini memang ikut aku mencoba rute sepdaan hari ini.

Acara istirahat inipun diisi dengan perbincangan seputar SELI [sepeda lipat] yang dibawa oleh salah satu peserta. Sepeda dengan harga asli 1,6 juta ini sudah dipermak habis, sehingga menjadi sepeda yang lebih ganteng dengan biaya total menjadi 2,6 juta [jadi ada biaya peningkatan mutu sebesar 1 jutaan].



Tidak sampai lima menit istirahat, komandan regu sudah meminta pasukan untuk bergerak kembali menuju jalur off road.

Lilo yang selama ini selalu kecapekan kalau sepedaan menuju Lapangan Golf ini terlihat masih semangat untuk mengikuti rute off road yang menghadang di depan.

"Pak, biasanya aku sudah capek lho kalau sampai di Golf ini", begitu katanya sambil tersenyum-senyum. Dia memang senang sekali karena sepedanya sudah diperbaiki, sehingga lebih keren, terutama bel sepedanya.

Ternyata medan off road ini cukup menantang. Jalan sempit dan licin membuat aku harus ekstra hati-hati, malu dong kalau sampai kepleset. Kasihan juga anakku yang kugonceng. Bisa malu abiz dianya nanti kalau aku terjatuh.

Sepedaku sebenarnya memang jenis on road, jadi kurang cocok untuk medan off road, tapi sepeda off roadku memang sengaja kupinjamkan ke salah satu peserta sepedaan ini yang belum sempat beli sepeda baru.

Beberapa saat mengikuti medan off road, rupanya ketemu medan on road lagi. Jadi aku bisa bernafas lega. Terasa ringan kukayuh sepeda ini, maklum aku kan pakai sepeda tandem, jadi bisa "double gardan" deh.

Sekitar 80% perjalanan, rasa capek mulai menghinggapi LiLo, sehingga dia sudah mulai mengeluh.

"Capek pak!", begitu keluhnya.

Keluhan ini rupanya didengar oleh pak Wahono, yang langsung memacu sepedanya untuk mengingatkan kepala regu agar memperlambat kayuhannya karena ada peserta cilik yang kecapekan.

Kulihat mereka yang di depan akhirnya pada berhenti menunggu rombongan yang kececer di belakang.

Begitu kami sampai, maka rombongan langsung bergerak kembali dan medan "off road"-pun kembali berada di depan kami.

Ajaibnya, LiLo yang kecapekan tiba-tiba seperti mendapat tenaga baru. Jalan menanjak dia sikat habis, sedangkan peserta lain pada kesulitan mengatur irama genjotan, karena rapatnya jarak di antara kami. Kalau untukku sih jalan menanjak memang tidak masalah, karena ada dua pengayuh sepeda tandem ini.

Adrenalin LiLo makin meningkat ketika sampai di medan turunan terjal.



Ketika semua peserta dihentikan oleh kepala regu, LiLo justru ingin segera melewati turunan itu. Dituntunnya sepedanya ke deretan paling depan, agar dapat meluncur secepatnya kalau sudah diperbolehkan meluincur.

Setelah semua sepeda motor pengguna jalan umum ini dilewatkan, maka tibalah saat para pengendara sepeda untuk mencoba jalan menurun yang cukup terjal ini.

"Janga gunakan rem depan, pakai rem belakang saja", begitu komando kepala Regu.

Begitulah, satu demi satu para peserta menuruni turunan terjal itu. Kulihat LiLo dipandu oleh kawanku [pak Akur], padahal sebenarnya LiLo maunya turun tanpa dipandu. Terima kasih pak Akur atas panduannya [begitu kata yang ada di hatiku].

Begitu semua pengendara sepeda sukses menuruni jalan terjal itu, maka acara narsis kembali ON. Mulailah mereka pada berpose di tengah alam yang penuh dengan udara segar ini. Senyum merebak kemana-mana, terutama ke arah juru foto "amatiran".




Selesai mode narsis, maka tak terasa akhirnya sampai juga rombongan ini di KTB. Kulihat para peserta tambahan pada bermunculan di pinggir jalan. Mereka adalah anggota CiMart yang naik sepeda motor dan ingin ikut ber"kongkow" ria di KTB.

"Pak nanti kita ke tempat turunan itu lagi ya. Aku mau menurun lagi di situ", kata LiLo dengan penuh semangat.

Kamipun ngobrol tentang perasaan hati Lilo ketika tadi dia merasa kecapekan dan kemudian jadi bersemangat lagi ketika melihat medan yang curam itu.

Lilo terlihat sangat antusias menceritalan suasana hatinya ketika menuruni turunan terjal itu. Gayanya naik sepedapun masih serasa di medan off road, padahal saat itu kita sudah di medan on road lagi.



Suasana di KTB akhirnya penuh dengan canda tawa. Silih berganti para anggota CiMart menyambangi kami. Merekapun akhirnya diracuni oleh beberapa aktifis B2W.



"Ini racun yang paling sehat di dunia, B2W bukan R4N1", begitu kira-kira penyebaran racun itu.

Selesai kita menyantap KTB, maka pak Ruwi, Deputy Director CiMart tampil ke depan dan menyampaikan sebuah pidato singkat.

"Bertepatan dengan ulang tahun ke 3 Kursus Musik Jimmie Manopo, maka khusus hari ini KTB gratis untuk peserta sepedaan CiMart"

Langsung kitapun bertepuk tangan dengan senyum yang mengembang [besaaaar sekali].

"Bagi mereka yang mendaftarkan putra putrinya di JM, maka 25 persen dari pendaftaran akan disalurkan ke kaum Duafa", lanjut pak Ruwi.

Tepuk tanganpun makin keras, sambil mengucapkan Amin, bersyukur pada Tuhan atas karuniaNya.

Selesailah acara makan KTB yang sangat lezat ini. Masakan KTB ini memang terasa lezat dan nikmat karena disamping masakannya memang lezat, masih ditambah rasa lapar sehabis mengayuh sepeda dari Montana ke KTB.



Ternyata acara masih belum selesai benar, karena sebagian peserta rupanya masih ingin main ke rumahku. Alhamdulillah, jus kacang ijo dan Carang Gesing buatan istriku laris manis. Habis tanpa sisa.

Terima kasih teman-teman yang telah mengharagai pekerjaan masak istriku.

Acara siang itupun dilanjutkan dengan permainan Keyboard pak Faisal Mahbub dan petikan gitar Pak Lis. Vocalis dadakanpun muncul, begitu juga lagu-lagu dadakan juga muncul. Pak Akur yang biasa nyanyi malah asyik nulis blog dikawani anak kesayangannya.




Ketemulah beberapa lagu yang terasa pas untuk dimainkan saat acara pernikahan salah satu kawan kita nanti. Hari Kamis 21 Mei 2009 nanti, memang band Cimart akan manggung di Tropikana dan hari ini, meskipun bukan jam latihan, ternyata malah dapat lagu-lagu yang lebih enak dibawain dibanding lagu-lagu yang sering dilatih di studio JM [Jimmie Manopo].

Ini sungguh hari yang penuh dengan suka cita. Senyum bertebaran dimana-mana dan kemana-mana.

Terima kasih Tuhan atas karuniaMu.

Semoga kami menjadi hambaMu yang pandai bersyukur.
Amin.

.....
...
.

Saturday, May 16, 2009

Caraku Menulis Blog [2]

Menulis Blog Saat Kehabisan Ide

Tidak hanya penulis pemula, penulis tingkat lanjutpun kadang kehabisan ide, sehingga sering dibilang sedang tidak "mood", tidak berada dalam gairah untuk menulis.

Itu pula sebabnya, banyak penulis yang membekali dirinya dengan beberapa peralatan bantu untuk menjaga "mood" atau untuk sekedar membangkitkan ide yang mungkin terselip di sela-sela kegiatannya.

Yang paling praktis tentu saja dengan peralatan camera [saku], dan yang lebih ptraktis lagi memanfaatkan camera yang nempel di Hapenya.

Masing-masing hasil jepretannya, bila memungkinkan diberi judul sesuai peristiwa yang terjadi secara langsung. Bila tidak memungkinkan terpaksa saat dimasukkan dalam harddisk disempatkan untuk memberi nama foto dan sekalian penyesuaian ukuran foto, agar tidak memberatkan pembaca blog kita.

Dari nama-nama foto tersebut, secara otomatis kita sudah mendapat benang merah dari apa yang akan kita tulis.

Belum tentu semua foto yang telah kita beri nama itu akan ditampilkan dalam blog kita, kadang dengan berbagai pertimbangan, kita cukup memasanag beberapa foto saja, karena foto lain sudah terwakili oleh foto yang ada.

Menurut beberapa pakar fotografi, saat pengambilan foto yang paling penting diperhatikan adalah angle foto itu. Sudut pengambilan foto yang artistik tentu akan membuat pembaca blog makin nikmat membaca blog kita.

Namun bila kita bukan ahli foto, maka lupakan dulu teknik pengambilan foto itu. Bagi pemula, maka yang diperlukan hanyalah foto dengan kualitas fokus yang baik dan ukuran yang tidak besar.

Alat bantu lainnya, selain camera, adalah alat bantu rekam. Alat inipun biasanya sudah nempel di hape kita. Meski cara ini kurang populer, tetapi manfaat cara ini cukup banyak.

Kita tidak hanya disuguhi oleh gambar, tetapi kita juga sudah memasukkan beberapa kata kunci di rekaman suara itu, sehingga proses penggalian ide yang terselip akan lebih mudah dilakukan.

Bebrapa "tools" untuk memancing ide yan gterselip itu kadang manjur dan kadang masih dianggap kurang manjur, jadi apa yangharus dilakukan bila ide masih saja macet?

Ikuti lanjutannya di bab Ide Menulis Masih Macet Juga

Catatan Gathering di TransTV

Jam 19.00 lebih acara Gathering di TransTV dimulai. Ada 3 komunitas yang datang yaitu TDA "Tangan Di Atas", Indonesian Young Enterpreneur, dan Bunda Inbiz.

Tema hari ini adalah mengenai Pahit manisnya bisnis online. Hebat-hebat sekali pembicaranya dan penuh inspiratif.

Dari http://www.kutukutubuku.com, mbak Olie memberikan sejarahnya kenapa situs ini sampai terbentuk. Berawal dari kecintaannya untuk membaca buku dan keinginan untuk mendapatkan buku yang murah, maka mbak Olie bersama teman-temannya memulai bisnis online ini dari sebuah kamar kost.

Buku-buku dibeli sendiri, dipisah dan dikirim sendiri. Semuanya dilakukan dengan penuh cinta.

Mbak Nadia menceritakan sejarahnya bagaimana http://www.bundainbiz.com ini terbentuk. Sama dengan cerita mbak Olie, mbak Nadia juga menceritakan keinginananya untuk bisa berbagi lebih banyak dengan keluarga.

Mbak Nadia datang dengan temannya yang.... maaf saya lupa namanya karena saya sangat terkesan dengan semangatnya untuk resign.

Beliau menceritakan, pada 1 tahun sebelum resign, beliau mengalami mual-mual setiap kali mau ke kantor dan hal ini berlangsung terus menerus. Beliau konsultasi dengan dokter dan dikatakan bahwa..... Mbak mengalamai stress.....!!!!!!

Akhirnya dimulai perjalanan mbak Nadia, beliau meminta ijin untuk resign, tetapi seperti biasa.... setiap ada karyawan yang potensial pasti ditahan dengan berbagai macam alasan.

Beliau diberi solusi yang sangat-sangat menarik oleh perusahaan, beliau boleh tidak masuk setiap hari asalkan pekerjaan kantor beres. Beliau saat itu adalah sebagai pimpinan HRD.

"Oke..... saya akan coba dulu cara ini....", kata beliau.

Waktu berlalu.....dalam pekerjaannya beliau akhirnya lebih banyak browsing untuk menjalankan bisnis online daripada pekerjaan kantor sebab pekerjaan kantor bisa diselesaikan dalam waktu 1 jam sebelum rapat direksi yang diadakan seminggu sekali.

Setelah 6 bulan, akhirnya beliau dipanggil sama atasannya dan ditanya lagi... apakah anda masih mau kerja di rumah....???? dan jawabannya, ......iya saya mengajukan diri untuk resign dan mau bekerja dari rumah, dan akhirnya beliau benar-benar resign.

Asal tahu saja.... posisi beliau saat itu sangat bagus sekali. Setiap setahun sekali ada jatah untuk jalan-jalan ke luar negeri bersama keluarga dalam rangka liburan dengan biaya kantor, fasilitas yang menarik, bonus dan sebagainya.

Pelajaran yang bisa saya ambil dari sini adalah,....
  1. Tekadkan niat yang benar-benar kuat, jika memang benar-benar ingin ber-bisnis sendiri
  2. Jangan sekali-kali melihat kebelakang hanya untuk menyesali keadaaan. Jadikan masa lalu sebagai pembelajaran agar kita bisa bertambah lebih baik di masa yang akan datang.
  3. Lakukan langkah yang tepat. Dalam hal ini, mbak-mbak di atas tadi sudah tepat langkahnya yaitu berkumpul dengan sebuah komunitas yang tepat yang bisa memberikan dukungan dalam segala kondisi. Kalau komunitas belum ketemu, bisa berkumpul dengan teman yang mempunyai visi yang sama atau berkumpul dengan orang yang menjadi tujuan kita. Misal ingin menjadi pengusaha maka banyaklah ber-kumpul dengan pengusaha. Ada pepatah bijak mengatakan bahwa badan kita akan menjadi wangi jika berkumpul dengan pedagang minyak wangi.
  4. Berdoa. Jangan remehkan soal doa sebab dengan kita ber-doa maka apa yang menjadi keinginan kita akan bisa terwujud, semuanya hanya tinggal tunggu waktu.

Semoga bermanfaat....

source : pak Rawi

Friday, May 15, 2009

Test Jalur Sepedaan CiMarT

Sehari sebelum acara sepedaan Cimart 17 Mei 2009, aku ajak Anisku menyusuri calon rute sepedaan itu.

Rupanya sampai di Padang Golf sudah lumayan keringeten [pasti Om Gazelle ketawa mbaca ini]. Jadi istirahat sebentar di pinggir jalan terus mencoba melihat arah off road besok pagi.






"istirahat dulu be", kata istriku



Ternyata jalannya lumayan becek juga. Bagi Litha tentu suatu tantangan yang menarik. Dia langsung pingin ikut naik sepeda besok tanggal 17 Mei 2009 bareng aku pakai tandem.





wah jalannya becek tuh, anak-anak kepleset gak ya? 


[kok takut amat sih dengan jalan becek, LitHa aja berani]



Padahal tadinya Litha diplot untuk naik motor saja bareng kakaknya, mbak LuLuk.

Oke nanti kita lihatlah bagaimana baiknya. Jangan sampai Anisku kecewa dengan acara besok.

Tiba-tiba, ketika aku "gowes" lagi sepedaku untuk menuju arah KuTahu [kupat tahu], tanpa sebab yang jelas sepeda istriku jatuh,"Gubrak...!!!"

Halah, aku terlanjur "gowes" kencang je. Aku bilang saja sama mbak Litha, "Ibu udah naik sepeda lagi belum tuh?"

"Masih jauh pak, kayaknya Ibu berhenti deh.."

Yowis, akupun berhenti dan mengambil gambarnya.





abis GUBRAK langsung ngebut..



Sambil senyum-senyum istriku melewatiku dan ketika kutanya kenapa jatuh, jawabnya enteng aja, "..ada cowok ganteng lewat.."

Halah...!

Kamipun kembali meluncur meninggalkan Padang Golf. Beli kue pukis dan kemudian meluncur ke tempat finish di KuTahu Ban alias Kupat Tahu Bandung pak Ato.

Ternyata yang namanya kupat tahu pak Ato ini, kalau dimakan di warungnya rasanya jauh beda dengan kalau dimakan setelah dingin.




masih pagi, jadi masih sepi



Aku jadi agak under estimate deh. Soalnya pernah makan kupat tahu ini saat di toko Cimart dulu dan rasanya kayaknya hanya sampai taraf lumayan saja.

Sebelum KuTahunya habis tak sempatkan motret dulu ah. Lihat saja penampilannya yang sangat menggoda. Wuih...lezat abis deh.





tampilan yang sangat menggoda



Padahal tadi malem sudah kenyang tahu juga di Sami Kuring, tapi tahu yang ini kan modelnya lain.

Setelah selesai acara makan-makan, kubayar lunas semua makanan dan akupun SMS pak Ato untuk nanyain kartu diskon untuk acara besok.

Ada banyak lembar diskon yang diberikan pak Ato. Tidak tanggung-tanggung diskon 40% untuk Cimart dan Warga Cluster Montana.

Tengkyu pak Ato dan sampai jumpa besok.



.....


...


.

Sunday, May 10, 2009

Kutakmau EneG

Apa yang terjadi ketika seorang presenter sedang presentasi tentang rencananya yang spektakuler dan audience sangat tertarik dengan cerita sang presenter?

Entah darimana, tiba-tiba muncul energi yang tak terbatas yang membuat presentasi dari sang presenter menjadi semakin lancar, ide-ide baru yang tidak ada dalam presentasinya tiba-tiba juga mulai bermunculan.

dan.....

Sukseslah presentasi sang presenter di hari itu....

Dalam kasus lain

Apa yang telah terjadi pada sebuah tim sepak bola yang harus menang untuk maju ke babak selanjutnya, tapi malah kecolongan 3 gol di babak pertama?

Kemudian di babak ke dua, tiba-tiba terlihat semangat juang yang tak kenal lelah dari tim yang kecolongan 3 gol, dan ternyata di menit-menit akhir, tiba-tiba bisa menceploskan 4 gol ke gawang lawan?

Semua itu adalah bukti adanya pancaran energi positif [Epos] yang direspon positif oleh lingkungannya.

Pancaran Epos yang mendapat sambutan sinyal Epos yang lain akan saling menguatkan. Ada aksi maka akan ada reaksi.

Paparan sang presenter yang dipenuhi Epos akan membuat lingkungannya ter"stimulasi" untuk memancarkan Epos mereka.

Arahan pelatih di kamar ganti saat jeda turun minum telah menimbulkan Epos di semua punggawa di seluruh lini, mulai pertahanan sampai ujung tombak, hasilnya mereka main dengan energi yang seperti tak ada habisnya.

Tak kenal menyerah dan tidak kecolongan gol lagi, bahkan mampu mencuri 4 gol dalam masa injury time.

Semua yang tidak mungkin bisa menjadi sangat mungkin saat Epos berperan aktif.

Namun bila hal sebaliknya yang terjadi, maka silahkan dibayangkan sendiri apa yang tejadi di dua kasus di atas.

Akankah sang presenter makin bersemangat menyampaikan presentasinya kalau tanggapan audience memancarkan energi negatip [EneG] ?

Akankah para pemain terus berjuang sampai titik darah penghabisan kalau sang pelatih justru memancarkan Energi negatif dengan memarahi semua pemainnya tanpa memberikan solusi?

Pasti hujan gol akan makin lebat di babak ke dua.

Begitulah, pentingnya memancarkan Epos di lingkungan yang penuh dengan Epos.

Selalulah kita mencari lingkungan yang dipenuhi Epos agar Epos kita mendapat penguatan dari lingkungan kita. Bergaulah dengan orang yang berilmu [baik], maka setidaknya ada ilmu [baik] yang pernah kita dengar dan rasakan.

Jauhi lingkungan yang penuh dengan EneG. Terlalu banyak usaha yang harus dilakukan untuk mengubah Eneg menjadi Epos, maka akan lebih menguntungkan kalau kita mencari lingkungan yang penuh dengan Eneg.

Kecuali anda terjebak dalam lingkungan EneG, maka yakinkan diri anda, bahwa :

1. Semua orang pada dasarnya suka dengan Epos
2. Di antara sekumpulan Eneg, maka pasti ada satu dua titik Epos di lingkungan itu [ini sesuai dengan kalimat "di kumpulan Eneg pasti ada setitik Epos dan di kumpulan Epos pasti ada setitik Eneg"]

Nah, dengan keyakinan itu, maka pancarkan Eposmu semampu yang kau bisa.

Semoga sukses.
Amin

Saturday, May 9, 2009

Caraku Menulis Blog [1]

MENULIS & TERUSLAH MENULIS

Permintaan kawan-kawan yang bertubi-tubi padaku membuatku berpikir, apa salahnya aku mengikuti permintaan kawan-kawanku, toh aku bisa melakukan permintaan kawanku dan kawanku -semoga- terpuaskan keinginannya. Bukankah ini salah satu EPOS?

Epos adalah bila kita mau dan mampu memuaskan teman-teman kita, maka insya Allah, kitapun akan dipuaskan oleh Tuhan.

Wouw... enak bener ya dalil Epos itu.

Permintaan teman-teman padaku adalah bagaimana caranya menulis blog dengan cara yang paling mudah dan apa saja kiat-kiatnya agar blog kita jadi blog pilihan.

Pertanyaan yang ringkas dan padat, jawabannya juga sangat ringkas dan padat, yaitu mulailah menulis tentang apa saja yang terlintas di kepala kita dan tulislah sekarang juga !

Menulislah seperti air mengalir. Jangan biarkan ide kita terhenti atau tangan kita terpaku, teruslah mengalirkan ide dan biarkan tangan menuangkannya di atas tuts keyboard.

Jangan pernah memperdulikan kesalahan ketik ataupun hal-hal lain yang dapat mengganggu irama ketikan jari kita.

Menulis dan teruslah menulis, maka akhirnya akan kita jumpai suatu tulisan yang lahir karena ide spontan kita.

Nah, setelah ide kita habis atau kita anggap tulisan kita sudah mampu menerima tuangan ide kita, maka berhentilah dan mulailah membaca tulisan kita dengan perlahan.

Saat periksa ulang ini kadang-kadang muncul ide lain dan itulah saatnya kita mempercantik tulisan kita. Disini bisa terjadi penambahan ataupun pengurangan kalimat, karena setelah kita baca ulang ternyata ada yang lebih indah dari ide awal kita.

Silahkan dirapikan lagi agar lebih enak dibaca dan lebih mencerminkan apa yang ada dalam hati kita.

Begitulah yang harus kita lakukan saat demi saat. Jangan pernah punya pikiran lain selain menulis. Artinya kita tetap boleh mikir AnIs [anak istri] ataupun AnSum [anak dan suami] tetapi kita tidak perlu memikirkan kapan blog kita akan menjadi terkenal.

Banyak penulis pemula yang berpikiran untuk mendapat uang dari blog mereka dan merekapun mendandani blog mereka dengan hal-hal yang mampu mendatangkan uang.

Itu hak mereka dan bukan kesalahan, tetapi kalau ingin menjadi blogger sejati, maka sebaiknya lupakan pikiran untuk mencari uang lewat blog ataupun selalu memikirkan bagaimana caranya blog kita menjadi blog pilihan.

Lupakan semua itu.

Tujuan blogger adalah menulis apa yang ada di hati mereka.

Tujuan blogger adalah melakukan "sharing" terhadap apa yang mereka miliki agar dapat bermanfaat bagi lingkungannya [dan tunggulah berlakunya hukum EPOS]

Akhirnya nanti akan terbukti bahwa semua yang tidak kita pikirkan itu akan datang dengan sendirinya.

Masalahnya adalah bagaimana kalau ternyata kita tidak punya ide atau tulisan kita macet di tengah jalan?

Nah, kalau masalahnya itu, maka judul tulisanpun harus diganti. Kita tunggu tulisan selanjutnya, yaitu Menulis Blog Saat Kehabisan Ide.

'''''
'''
'

Quality Control di CIMaRt

Perjalanan yang lumayan melelahkan akhirnya selesai juga di hari Sabtu sore ini. Dimulai dari naik angkot mandala ke Pekan Baru Riau pada hari Senin dan diakhiri dengan Angkot Garuda dari Yogya ke Jakarta pada Sabtu sore ini.

Aku langsung meluncur ke Cimart untuk mengecek isue yang beredar bahwa ada kutu di beras yang dijual cimart.

Disana kulihat dua orang pegawai di toko CiMArt sedang melakukan "Quality Control" terhadap beras yang diisukan mengandung kutu. Menurut laporan mereka, tidak ada kutu yang ditemukan, tetapi mereka tetap waspada karena begitu ada kutu beneran, maka pelanggan akan berpikir dua kali sebelum beli beras di Cimart.

Setelah puas bercengkerama sambil beli beberapa kebutuhan rumah, akupun meluncur ke PET CORNER untuk beli makanan kucing persia. Sun Diet !

Andai di CimaRt ada makanan kucing pasti kubeli disana, sayangnya belum ada peminat yang lain, jadi belum menjadi prioritas toko CimArt.

Sampai di rumah, kuajak anak-anakku untuk masak, karena ibunya sedang pergi ke Surabaya untuk melakukan terapi berbagi sehat energi kalung biofir.

Seperti biasa, suasana selalu heboh kalau kami masak bersama. Alhamdulillah, hasilnya cukup memuaskan. Tinggal satu piring yang tersisa di panci. He..he..he.. tadi kebanyakan sih memasukkan material yang dimasak.

Inilah masak makan malam yang murah meriah.

Uang memang bisa berbuat banyak tetapi kebahagiaan tetap tidak dapat dibeli dengan uang, kebahagiaan hanya dapat kita cari di diri kita sendiri. Jadi lebih mudah mencari kebahagiaan dibanding mencari uang.

Benarkah itu?

Hanya hati anda yang bisa menjawabnya.