Pulang dari kantor kusempatkan nengok toko Cimart yang baru dari luar. Sudah terlihat rapih. Akupun melanjutkan langkahku ke rumah, bersih-bersih badan dan ke masjid untuk sholat tarawikh.
Abis sholat tarwikh, ngobrol dengan pak Mualib, pak Arry Kur, pak Dudi [poksa 11] dan pak Rui. Ternyata sehabis ngobrol ini, pak Rui langsung ke Cimart untuk merasakan sensasi toko baru.
Aku sendiri sudah kecapekan dan hanya bisa melihat komentar teman-teman tentang toko baru itu.
Menarik membaca komentar pak Direktur Operasi di bawah ini :
Hari pertama Cimart menghuni rumahnya yang baru di kawasan Ruko Anggrek dimulai dengan kerja keras ketiga karyawan kita membereskan dan merapikan sisa-sisa pindahan semalam.
Menghitung ulang jumlah barang dan stocknya, menata ulang peletakan barang di rak dan display, kembali memberi dan menempeli harga-harga jual pada barang-barang yang akibat kegitan pindahan kacau balau, serta membereskan dan menyingkirkan kardus-kardus yang sudah kosong. Semua mereka kerjakan bertiga.
Di sela-sela pekerjaan mereka itu, ada beberapa pembeli yang datang, yang tentu saja dengan senang dan penuh semangat karyawan kita menyambut mereka, meladeni hingga memberikan uang kembalian.
Sampai sekitar waktu maghrib, ada sekitar 5 - 6 pengunjung yang sudah masuk dan membeli
barang.
Alhamdulillah, di hari pertama, dengan kondisi barang2 masih sedikit berantakan, pembeli sudah tertarik datang dan membeli!
Setelah Maghrib, toko sudah kelihatan rapi dan enak dilihat, siap untuk dikunjungi siapa saja yang bermaksud belanja atau pun sekedar lihat-lihat. Memang boleh kok!
Setelah pukul setengah sembilan malam lebih, waktu di mana-mana orang sudah selesai sholat tarawih, rupanya pembeli masih berdatangan. Mulai dari Pak Ruwi, lalu dilanjutkan oleh Pak Abdul Basith (betul ya?) dan istri, lalu muncul Pak Bandhi disertai istri dan kedua anaknya.
Pak Wawan datang kemudian, beserta keluarganya, sekalian bersiap-siap untuk berangkat ke Tangerang menengok orang tuanya di sana.
Mereka semuanya berbelanja, sehingga Dicky yang tinggal sendiri dan sudah bersiap-siap pulang, harus rela memperpanjang jam kerjanya untuk melayani mereka semua. Saya sendiri cuma membeli sedikit minuman untuk anak-anak dan sempat sedikit membantu Dicky yang cukup kewalahan melayani.
Maklum, si Dicky masih pemula dan juga memang keluarga-keluarga ini datangnya dalam satu waktu.
Terlihat kelelahan di wajahnya, namun rasa senang melayani pembeli juga tidak dapat disembunyikan Dicky. Apalagi toko terlihat ramai, ditambah lagi datangnya Mbak Wiwin dan Mas Wawan Bakmi Semar meskipun hanya sekedar melihat-lihat!
Apakah kondisi ini bisa dipertahankan seperti ini terus? Banyak yang berkunjung, banyak yang membeli, dan barang banyak yang terjual?
[insya Allah, amin]
Mari kita berbelanja di toko kita sendiri! Ajak sahabat, teman, tetangga untuk berbelanja di Cimart!
Bulan Ramadhan yang penuh berkah ini merupakan momentum bagus untuk kembali bersemangat membangun Cimart di tempat baru.
Bismillah!
Ceppi Prihadihttp://ceppi-prihadi.blogspot.com
Setelah membaca tulisan pak DirOps, kubaca juga tulisan anggota Cimart yang tidak punya jabatan tapi kontribusinya luar biasa, jauh melebihi mereka yang punya jabatan di Cimart [maksudnya melebihi aku]. Itulah tulisan pak Firman
quote: "Ajak sahabat, teman, tetangga, keluarga, rekan kerja, rekan bisnis, atasan/ bawahan kerja......untuk ikut berbelanja di CiMart"
Sepertinya bisa dijadikan 'tantangan' berikutnya untuk para anggota setelah tantangan 'one man one bag' yang kata Oom Rawi 'kurang greng karna cuman 1 karung'
Tantangan tersebut:
MGB, members get buyers! one member gets at least 6 buyers during Ramadhan... wah... idenya bisa dikembangkan terus, untuk penarik buyer, member dibekali cukup gift voucher yang akan diberikan ke calon buyer yang bisa dipakai buyer untuk ditukar dengan 'sesuatu gift berharga atau potongan harga' bila melakukan pembelanjaan di masa tertentu dengan besar nilai tertentu (nilai belanja besar, sisa margin besar, bisa buat biaya gift tsb, seperti halnya harga per kilo beras yang dibeli per karung tentu lebih murah dari pada kemasan kecil 5kg).
Gift voucher tersebut ditandai berbeda unique setiap masing-masing member, jadi dari voucher yang kembali ke CiMart, kita bisa tahu member mana yang bisa menarik banyak buyers.
Voucher diberikan baik kepada member aktip maupun pasip. Dengan voucher tersebut di tangan, tentunya member yang belum pernah belanja pun akan ada ketertarikan sendiri untuk belanja (atau malu?) dan dengan sendirinya akan pergi belanja dan mungkin membawa teman-temannya sekalian......
Bagaimana? selagi sesuai dengan aroma masa pengenalan dan promosi..........
Kemudian potensial customer dengan pembelian besar yang terjaring, kita undang secara khusus untuk jadi special guest di acara grand opening setelah lebaran nanti.
Alamat undangan bisa kita dapatkan dengan meminta buyers mengisi data diri di balik gift voucher yang mereka pegang
Dan kalo ide saya ini dianggap brilliant dan disetujui, kemudian saya sekarang ditunjuk jadi PICnya, maka anda salah, karena ide di atas terinspirasi oleh seruan p' Ceppi di bawah, jadi p' Ceppi harus bertanggung jawab!
CiMart, saya baru sadar sekarang, lebih menyadari....ternyata selain memiliki banyak investor, banyak owner, banyak member, banyak boss, banyak eksekutip, banyak pekerja, banyak sukarelawan, banyak kuli angkut, banyak CSR - 'cleaning serpis representatip' dll...ternyata CiMart juga banyak memiliki marketing manager, salesman, sales support, customer service dsb....dan sales force yang sedemikian besar tentunya harus dapat dimanfaatkan secara optimal atau maksimal bila perlu!
Wah luar biasa ide pak Firman ini, yang kurang bagus cuma bagian PIC saja. Kok jadi terasa melarikan diri dari tanggung jawab.
Hahaha... Pis ya pak Firman !:-)
Maju Terus CiMarT
Showing posts with label eshape. Show all posts
Showing posts with label eshape. Show all posts
Friday, August 21, 2009
Thursday, August 20, 2009
Lay Out Toko CiMart [baru]

Dari design sederhana pakai excel ini, maka pak Firman membuatnya menjadi sebagai berikut :
Tampak depannya jadi begini. Gak begitu cocok ya? Pak Firman ngutak utik lagi, sehingga menjadi seperti ini.
.jpg)
Tampak atasnya [dari belakang]
Tampak atasnya [dari depan sisi kanan]
...

Tampak atasnya [dari depan sisi kiri]
.jpg)
Tampak atasnya [dari belakang]
Tampak atasnya [dari depan sisi kanan]...

Tampak atasnya [dari depan sisi kiri]
Mari para CiMarter sejati, kita tuntaskan pindahan toko hari ini. Jangan lupa pakai kaos Cimart saat bekerja. Khusus pakWawan dipersilahkan pakai kaos NetCoMM.
Gambar di atas dibuat dengan sw gratis Google sketch-up
Wednesday, August 19, 2009
Toko CiMart Pindah
19 Agustus 2009 menjadi salah satu hari yang bersejarah bagi NetComm dan CiMart. Di hari itu, pengurus inti Cimart, mulai dari Dirutnya, Komisarisnya sampai ke pengurus-pengurus inti yang lain termasuk anggota aktif bersinergi langsung dengan Pimpinan NetComm dan stafnya.

Mereka saling berbagi tempat kerja demi kemajuan bersama. NetComm yang tadinya menempati dua lantai ruko ini sekarang pindah ke lantai 2 saja. Kegiatan web design, pelatihan web dan bisnis yang lain dari NetComm dirasa cukup menempati lantai 2 saja, karena pelanggan sudah cukup kenal dengan Netcomm dan order juga banyak yang melalui sarana online, baik melalui internet maupun ponsel.
Sementara itu usaha bersama Cimart [UB CiMart] sudah merasa perlu untuk keluar dari kandang dan langsung berhadapan dengan Mart-Mart yang lain. Di deretan ruko itu memang ada dua Mart yang sudah laris duluan, sehingga kepindahan lokasi di ruko ini tentu akan membuat para usahawan CiMArt tertantang, terpacu adrenalinnya untuk berbuat yang lebih dari yang sudah diperbuatnya selama ini.
Bisnis utama Cimart sampai saat ini memang masih pada usaha sembako, utamanya beras. Inilah unggulan Cimart, karena beras yang dijual diambil langsung dari penggilingan, sehingga belum sempat menginap di gudang penggilingan sudah langsung dipindahkan ke toko Cimart.
Harga murah, kualitas bagus dan pelayanan ang berbeda ditengarai akan membuat bisnis Cimart terus maju dengan pindah ke lokasi yang lebih menantang ini.
Tentu kalau hanya mengandalkan beras saja, bisnis Cimart akan terasa kering dan kurang variasi, sehingga beberapa produk dari makanan ternama diperjual belikan juga di toko itu. Yang membuat istimewa, ternyata harganya sangat bersaing dibanding Mart lain yang sudah lebih dahulu terkenal.
Tekad semua jajaran pengurus UB CiMart untuk bersaing dengan Mart yang lain begitu kental, sehingga langkah-langkah pemanasan dirasa sudah cukup. Kini saatnya untuk melangkah lebih jauh lagi, bila perlu lompatan Quantum harus dilakukan untuk lebih cepat tumbuh.
Otak kanan sudah mulai dipakai, action-action dan terus action itulah rumus yang saat ini sedang dilaksanakan.
Di kepengurusan ini memang penuh dengan ragam latar belakang yang lengkap dan saling melengkapi. Ada yang berasal dari komunitas TDA [dengan otak kanan yang melimpah ruah], ada dari komunitas pengusaha muslim, bloggerCikarang, bloggerBekasi maupun blogger Kompasiana.
Semua itu tumpleg bleg mewarnai semua kegiatan CImart.
NetComm dan Cimart sudah melakukan lompatan kecil, saatnya untuk mempersiapkan lompatan besar di tahun depan.
Berhasilkan usaha mereka?
Waktu yang akan membuktikan dan Tuhan yang akan menentukan. Anda semua, para pembaca, hanya diharapkan doanya saja.
Bagi pengurus, yang diharapkan adalah komitment untuk belajar menjadi pengusaha dan bukan menjadi investor !
Salam FUNtastic.
+++
diskusi dua pimpinan CiMArT dan NetCoMm
Dirut dan Anggotanya berpacu dalam mengecat
mohon maaf buat yang sudah pulang duluan [gak sempat narsis deh]

Spanduk CiMart belum terlihat mendampingi NetComM
Mereka saling berbagi tempat kerja demi kemajuan bersama. NetComm yang tadinya menempati dua lantai ruko ini sekarang pindah ke lantai 2 saja. Kegiatan web design, pelatihan web dan bisnis yang lain dari NetComm dirasa cukup menempati lantai 2 saja, karena pelanggan sudah cukup kenal dengan Netcomm dan order juga banyak yang melalui sarana online, baik melalui internet maupun ponsel.
Sementara itu usaha bersama Cimart [UB CiMart] sudah merasa perlu untuk keluar dari kandang dan langsung berhadapan dengan Mart-Mart yang lain. Di deretan ruko itu memang ada dua Mart yang sudah laris duluan, sehingga kepindahan lokasi di ruko ini tentu akan membuat para usahawan CiMArt tertantang, terpacu adrenalinnya untuk berbuat yang lebih dari yang sudah diperbuatnya selama ini.
Bisnis utama Cimart sampai saat ini memang masih pada usaha sembako, utamanya beras. Inilah unggulan Cimart, karena beras yang dijual diambil langsung dari penggilingan, sehingga belum sempat menginap di gudang penggilingan sudah langsung dipindahkan ke toko Cimart.
Harga murah, kualitas bagus dan pelayanan ang berbeda ditengarai akan membuat bisnis Cimart terus maju dengan pindah ke lokasi yang lebih menantang ini.
Tentu kalau hanya mengandalkan beras saja, bisnis Cimart akan terasa kering dan kurang variasi, sehingga beberapa produk dari makanan ternama diperjual belikan juga di toko itu. Yang membuat istimewa, ternyata harganya sangat bersaing dibanding Mart lain yang sudah lebih dahulu terkenal.
Tekad semua jajaran pengurus UB CiMart untuk bersaing dengan Mart yang lain begitu kental, sehingga langkah-langkah pemanasan dirasa sudah cukup. Kini saatnya untuk melangkah lebih jauh lagi, bila perlu lompatan Quantum harus dilakukan untuk lebih cepat tumbuh.
Otak kanan sudah mulai dipakai, action-action dan terus action itulah rumus yang saat ini sedang dilaksanakan.
Di kepengurusan ini memang penuh dengan ragam latar belakang yang lengkap dan saling melengkapi. Ada yang berasal dari komunitas TDA [dengan otak kanan yang melimpah ruah], ada dari komunitas pengusaha muslim, bloggerCikarang, bloggerBekasi maupun blogger Kompasiana.
Semua itu tumpleg bleg mewarnai semua kegiatan CImart.
NetComm dan Cimart sudah melakukan lompatan kecil, saatnya untuk mempersiapkan lompatan besar di tahun depan.
Berhasilkan usaha mereka?
Waktu yang akan membuktikan dan Tuhan yang akan menentukan. Anda semua, para pembaca, hanya diharapkan doanya saja.
Bagi pengurus, yang diharapkan adalah komitment untuk belajar menjadi pengusaha dan bukan menjadi investor !
Salam FUNtastic.
+++
diskusi dua pimpinan CiMArT dan NetCoMm
Dirut dan Anggotanya berpacu dalam mengecatmohon maaf buat yang sudah pulang duluan [gak sempat narsis deh]
...
Thursday, August 13, 2009
Pembangunan Jembatan Kali Malang [Cikarang]
Pagi-pagi menuju ke kantor, kulihat beberapa kemacetan di beberapa tempat. Esoknya baru tahu kalau ada yang kecelakaan masuk kali malang dan korban meninggal. Sebabnya bisa ngantuk, bisa juga karena ada masalah di rem, sehingga nyelonong masuk kali dan menabrak motor.
Pembangunan di Cikarang Bekasi ini memang terus berlangsung, hal ini kadang-kadang membuat jengkel pemakai jalan, tetapi itu memang sebuah pengorbanan yang harus dilakukan kalau ingin mempunyai jalan yang lebih nyaman dibanding yang ada saat ini.
Contoh pembangunan yang tidak juga selesai adalah jembatan baru di kali malang ini. Sudah dua kali puasa dan belum juga ada tanda-tanda akan rampung.
Sekarang sudah menjelang puasa tahun ke tiga dan pembangunan jembatan itu masih terlihat antara iya dan tidak. Kadang terlihat rombongan wakil rakyat [?] meninjau jembatan itu, kemudian terlihat juga keaktifan para pekerja jembatan, tetapi beberapa hari kemudian tidak terlihat satupun kegiatan di jembatan itu.
Mungkinkah untuk menghindari suasana yang tidak kondusif, maka pekerjaan itu dilaksanakan pada malam hari?
Semoga seja begitu, biar cepat selesai dan biar lebih nyaman lewat jembatan itu.

Yang jelas pemandangan pagi itu sangat indah, sehingga tanganku langsung meraih kamera sakuku dan jeprat jepret ngambil gambar jembatan kali malang dan jembatan layang di dekat pintu Tol.

Pagi memang saat yang selalu memberikan kehangatan dan kekuatan semangat bagiku. Tidak ada suasana yang lebih indah dari pagi dan memang rejeki selalu dimulai dari pagi hari.
Sangat disayangkan kalau masih ada saja orang yang tidak gemar bangun pagi, mandi pagi dan minum segelas air hangat setiap pagi hari.

+++
Minumlah segelas air hangat di pagi hari, ini akan mendorong enzim-enzim yang ada dalam mulut ke dalam lambung untuk proses detoksifikasi, tunggu 20 menit sebelum Anda mengkonsumsi makanan, atau hasilnya jadi kurang optimal. Jangan lupa BAB secara rutin setiap pagi [sumber : internet]
Pembangunan di Cikarang Bekasi ini memang terus berlangsung, hal ini kadang-kadang membuat jengkel pemakai jalan, tetapi itu memang sebuah pengorbanan yang harus dilakukan kalau ingin mempunyai jalan yang lebih nyaman dibanding yang ada saat ini.
Contoh pembangunan yang tidak juga selesai adalah jembatan baru di kali malang ini. Sudah dua kali puasa dan belum juga ada tanda-tanda akan rampung.
Sekarang sudah menjelang puasa tahun ke tiga dan pembangunan jembatan itu masih terlihat antara iya dan tidak. Kadang terlihat rombongan wakil rakyat [?] meninjau jembatan itu, kemudian terlihat juga keaktifan para pekerja jembatan, tetapi beberapa hari kemudian tidak terlihat satupun kegiatan di jembatan itu.
Mungkinkah untuk menghindari suasana yang tidak kondusif, maka pekerjaan itu dilaksanakan pada malam hari?
Semoga seja begitu, biar cepat selesai dan biar lebih nyaman lewat jembatan itu.
Yang jelas pemandangan pagi itu sangat indah, sehingga tanganku langsung meraih kamera sakuku dan jeprat jepret ngambil gambar jembatan kali malang dan jembatan layang di dekat pintu Tol.
Pagi memang saat yang selalu memberikan kehangatan dan kekuatan semangat bagiku. Tidak ada suasana yang lebih indah dari pagi dan memang rejeki selalu dimulai dari pagi hari.
Sangat disayangkan kalau masih ada saja orang yang tidak gemar bangun pagi, mandi pagi dan minum segelas air hangat setiap pagi hari.
+++
Minumlah segelas air hangat di pagi hari, ini akan mendorong enzim-enzim yang ada dalam mulut ke dalam lambung untuk proses detoksifikasi, tunggu 20 menit sebelum Anda mengkonsumsi makanan, atau hasilnya jadi kurang optimal. Jangan lupa BAB secara rutin setiap pagi [sumber : internet]
Wednesday, August 12, 2009
MU Uneh [wisata kuliner Bandung]
Ketika memilih sebuah tempat untuk membuka usaha kuliner, maka ada beberapa rumusan yang dipakai oleh para pengusaha kuliner itu.
Ada yang bilang begini,"kalau mau buka warung mie, maka carilah daerah yang sudah ada warung mienya, kemudian buka disekitarnya, sehingga usaha kulinernya akan cepat berkembang"
Pendapat lain bilang begini,"lihat suatu tempat ramai yang belum ada warung mienya, dan buka di lokasi itu, maka warung mie yang kita dirikan akan lebih cepat bekembang"
Teori-teori mencari lokasi untuk warung masih ada banyak lagi, tapi menjadi tugas para ahli kuliner untuk membahasnya. Aku cuma ingin menulis tentang warung-warung yang tempatnya tidak jelas tapi larisnya jelas banget.
Di Pandaan Jawa Timur ada warung Ayam Goreng yang luar biasa ramai, padahal tempatnya jauh dari kota, masuk ke sawah-sawah dan parkirnya susah.
Di sekitar Banda Aceh juga, dulu ada warung yang jauh di lokasi transmigrasi tapi rasa dan larisnya juga luar biasa.
Kelihatannya soal rasa inilah yang menjadi keunggulan warung-warung "ndelik" [tersembunyi] ini. Bahkan isu yang menyebutkan proses memasak yang "mistis" [pakai jasad orang mati] tetap tidak menyurutkan langkah para pelanggan mereka.
Kali ini aku mencoba mengunjungi warung MU Uneh, sebuah warung "ndelik" yang ternyata memenuhi kriteria enak dan laris.

Terletak di seputaran daerah Jalan Pajajaran Bandung, warung ini benar-benar "ndelik". Parkirnya juga susah, meskipun ada petugas yang dengan sigap selalu mengarahkan arah parkir kita.
Setelah parkir, kita harus jalan kaki yang lebih jauh dari biasanya untuk mencapai warungnya. Petunjuk ke warung ditulis di badan jalan pas simpang tiga. Setelah itu kita akan melalui gang sempit [banget], karena tidak bisa dipakai untuk bepapasan, kecuali kalau yang berpapasan itu sepasang suami istri.
Begitu keluar dari lorong yang gelap [kayak lagunya Dlloyd] maka terbentanglah di hadapan kita warung MAk Uneh yang asri dan suejuk. Kulihat ada tulisan Ngamen Gratis di pintu masuknya [emang pengamen mana yang mau masuk ke warung ndelik ini?]
Aku langsung menuju ke tempat pemesanan makanan, sementara teman-teman lain dengan diarahkan petugas dari warung mencari tempat yang strategis. Mau ruangan ber-AC ada mau yang non AC juga ada. Tentu saja kita pilih non AC, biar ada sensasi keringat di akhir acara makan.
Selesai memesan makanan, kita duduk dan makananpun mulai mengalir satu demi satu. Dimulai dari teh tawar, sambal sesuai masakan yang kita pesan [ada banyak jenis sambal rupanya], kemudian petugas bagian minuman juga dengan sigap langsung mendata kebutuhan minuman kita.
Tak perlu menunggu lama, masakanpun akhirnya satu demi satu tesedia di depan kita. Meskipun saat ini belum jam makan, tapi wajah makanan yang mengundang selera langsung membuat kita tak sabar untuk menyantapnya.
Ada sop buntut yang tidak termakan oleh kawan-kawanku. Maklum semua model "muluk" [pakai tangan kosong bukan sendok], sehinga sop buntut itu tidak masuk daftar prioritas.
Baru setelah selesai makan, mulailah mata melirik pada sop buntut yang mubadzir ini. Ada 2 mangkok sop buntut di dekatku dan rasanya mubadzir kalau tidak kumakan.
Meski perut sudah kekenyangan, ternyata rasa sop buntut ini masih mantap. Berarti kalau pas lapar tadi rasa sop buntut ini pasti luar biasa ya [bener nggak nih?]
Dari sekian banyak makanan yang terhidang, menurutku yang paling kurekomendasikan adalah empal gepuknya. Dari penampakan maupun rasa, sudah tidak diragukan lagi.
Empuk, gurih dan tidak bikin "slilit" di gigi [suatu hal yang paling kubenci kalau makan kok bikin "slilit"]
Mau nyoba sendiri ?
Silahkan datang sendiri ke TKP [kalau mau nraktir juga boleh, hehehe...]
Ada yang bilang begini,"kalau mau buka warung mie, maka carilah daerah yang sudah ada warung mienya, kemudian buka disekitarnya, sehingga usaha kulinernya akan cepat berkembang"
Pendapat lain bilang begini,"lihat suatu tempat ramai yang belum ada warung mienya, dan buka di lokasi itu, maka warung mie yang kita dirikan akan lebih cepat bekembang"
Teori-teori mencari lokasi untuk warung masih ada banyak lagi, tapi menjadi tugas para ahli kuliner untuk membahasnya. Aku cuma ingin menulis tentang warung-warung yang tempatnya tidak jelas tapi larisnya jelas banget.
Di Pandaan Jawa Timur ada warung Ayam Goreng yang luar biasa ramai, padahal tempatnya jauh dari kota, masuk ke sawah-sawah dan parkirnya susah.
Di sekitar Banda Aceh juga, dulu ada warung yang jauh di lokasi transmigrasi tapi rasa dan larisnya juga luar biasa.
Kelihatannya soal rasa inilah yang menjadi keunggulan warung-warung "ndelik" [tersembunyi] ini. Bahkan isu yang menyebutkan proses memasak yang "mistis" [pakai jasad orang mati] tetap tidak menyurutkan langkah para pelanggan mereka.
Kali ini aku mencoba mengunjungi warung MU Uneh, sebuah warung "ndelik" yang ternyata memenuhi kriteria enak dan laris.
Terletak di seputaran daerah Jalan Pajajaran Bandung, warung ini benar-benar "ndelik". Parkirnya juga susah, meskipun ada petugas yang dengan sigap selalu mengarahkan arah parkir kita.
Setelah parkir, kita harus jalan kaki yang lebih jauh dari biasanya untuk mencapai warungnya. Petunjuk ke warung ditulis di badan jalan pas simpang tiga. Setelah itu kita akan melalui gang sempit [banget], karena tidak bisa dipakai untuk bepapasan, kecuali kalau yang berpapasan itu sepasang suami istri.
Begitu keluar dari lorong yang gelap [kayak lagunya Dlloyd] maka terbentanglah di hadapan kita warung MAk Uneh yang asri dan suejuk. Kulihat ada tulisan Ngamen Gratis di pintu masuknya [emang pengamen mana yang mau masuk ke warung ndelik ini?]
Aku langsung menuju ke tempat pemesanan makanan, sementara teman-teman lain dengan diarahkan petugas dari warung mencari tempat yang strategis. Mau ruangan ber-AC ada mau yang non AC juga ada. Tentu saja kita pilih non AC, biar ada sensasi keringat di akhir acara makan.
Selesai memesan makanan, kita duduk dan makananpun mulai mengalir satu demi satu. Dimulai dari teh tawar, sambal sesuai masakan yang kita pesan [ada banyak jenis sambal rupanya], kemudian petugas bagian minuman juga dengan sigap langsung mendata kebutuhan minuman kita.
Tak perlu menunggu lama, masakanpun akhirnya satu demi satu tesedia di depan kita. Meskipun saat ini belum jam makan, tapi wajah makanan yang mengundang selera langsung membuat kita tak sabar untuk menyantapnya.
Ada sop buntut yang tidak termakan oleh kawan-kawanku. Maklum semua model "muluk" [pakai tangan kosong bukan sendok], sehinga sop buntut itu tidak masuk daftar prioritas.
Baru setelah selesai makan, mulailah mata melirik pada sop buntut yang mubadzir ini. Ada 2 mangkok sop buntut di dekatku dan rasanya mubadzir kalau tidak kumakan.
Meski perut sudah kekenyangan, ternyata rasa sop buntut ini masih mantap. Berarti kalau pas lapar tadi rasa sop buntut ini pasti luar biasa ya [bener nggak nih?]
Dari sekian banyak makanan yang terhidang, menurutku yang paling kurekomendasikan adalah empal gepuknya. Dari penampakan maupun rasa, sudah tidak diragukan lagi.
Empuk, gurih dan tidak bikin "slilit" di gigi [suatu hal yang paling kubenci kalau makan kok bikin "slilit"]
Mau nyoba sendiri ?
Silahkan datang sendiri ke TKP [kalau mau nraktir juga boleh, hehehe...]
Subscribe to:
Posts (Atom)