Thursday, March 26, 2009

Bisnis Pribadi Anggota CiMarT : Resto SK



Sebagai auditor sistem dan sebagai instruktur sistem, maka pelajaran yang tidak pernah ketinggalan adalah pelajaran tentang toilet.

Ini pelajaran yang sangat sederhana, tetapi sering banyak menolong seorang auditor saat melaksanakan tugasnya.

Cobalah tengok toilet auditee, maka kebersihan dari toilet itu biasanya mencerminkan manajemen yang terjadi di auditee.

Ini memang tidak 100% benar, tetapi pengalaman menunjukkan bahwa hal ini sering terbukti benar di lapangan.

Siang itu, waktu aku ke Sami Kuring, Restoran Megah dengan Harga Murah [wah slogannya sudah konfrontatif banget tuh], maka yang pertama kulihat adalah toiletnya.

Tahun lalu, aku pernah ke restoran ini juga, saat mengantar anakku pelatihan ESQ. Rumah Makan ini memang sering dipakai sebagai ajang latihan ESQ anak-anak.

Kulihat toiletnya masih sebersih tahun lalu, tidak ada perubahan yang terlihat, semuanya tetap bersih dan tanpa aroma yang tak diinginkan, meskipun ruang sholatnya juga masih tetap gelap seperti tahun lalu [ini mungkin sesuai dengan pesan Go Green, matikan lampu jika ruangan tidak terpakai].

Setelah menunggu sebentar saat, akhirnya hidangan muncul juga. Bukan hidangan unggulan Sami Kuring memang, tetapi hidangan yang paling cepat disajikan, karena rombongan mau segera meluncur ke Cengkareng.

Pertama yang kurasa adalah sop buntut.




Rasanya standard, tetapi dagingnya sangat empuk, jadi kalau memang selalu konstans dihidangkan seperti ini, maka sop buntut ini bisa dijadikan menu pilihan di Sami Kuring.

Makanan kedua yang kurasa adalah "kool nenek" [ini khas RM Handayani Surabaya]. Rasanya tidak kalah dengan yang disajikan di Surabaya.




Aku memang tidak mengambil banyak, karena perutku sering tidak mau kompromi dengan makanan ini. Jadi kusisakan saja buat yang demen dengan menu makanan ini.

Yang paling berkesan tentu saja adalah ikan asam manis. Bener-bener renyah dan gurih. Pokoknya mak nyuss banget deh.


Kalau enggak malu, rasanya mau kuhabiskan sendiri, tetapi rasa malu yang ada di hati membuat aku harus berbagi dengan peserta yang lain.

Alhamdulillah, aku dapat porsi terbesar. Tentu dengan sedikit sok acuh tak acuh waktu ngambilnya.

Sayang aku tidak sempat memesan minuman. Istriku memesankan aku minuman yang dingin, sesuatu yang kurang kusukai, jadi aku tidak bisa berkomentar tentang minuman di Sami Kuring ini.

Aku paling suka ngetest minuman jeruk manis. Pemilihan buah jeruk yang salah sering membuat penyajian jeruk jadi kecut atau malah terasa basi.

Di akhir kunjungan ini, ada satu hal kecil yang kuapresiasi, yaitu ketika petugas pembersih meja mengucapkan terim akasih padaku.

Biasanya yang suka ngucapin hal semacam ini adalah seorang atau dua orang gadis muda yang berjaga di pintu keluar. Ucapannya juga standard banget.  

Nah ternyata ketika diucapkan oleh pembersih meja, rasanya jadi lain. Wajah yang tidak cantik tapi jernih dan menunjukkan ucapan terima kasih yang tulus membuat hati ini jadi terasa seperti sangat berharga di hadapannya.

Wajah itu seperti menunjukkan bahwa kedatanganku ini membuat resto ini menjadi bisa terus hidup dan menghidupi dirinya beserta keluarganya.

Kapan-kapan kalau ke SK lagi mau nyoba jeruk manis deh [emang ada atau enggak ya jeruk manis di restoran SK ini?]. Biar bisa manis seperti wajah pembersih meja itu.

Mau tahu tempat resto SK ini?

Nah, Restoran SK ini terletak di sebelah kanan dari Carefour Cikarang berdekatan dengan restoran padang yang ada di samping Carefour.

Kalau ada waktu aku perlu mengajak teman-teman milis Bangomania untuk mencoba koki di SK ini. Mereka biasanya punya selera yang beragam, dan tentunya komentarnya bisa beragam juga.

Tinggal nunggu undangan dari pemilik restoran SK, yang juga sudah berhasil kupengaruhi untuk masuk ke milis Bangomania [ada nggak ya undangan seperti itu, he..he..he... mimpi kali ye...].

== ======= =====
tulisan ini dibuat sebagai ujud dukungan dari Ub.CiMart untuk salah satu anggotanya yang punya bisnis kuliner

semoga tetap independent dalam meberikan penilaian
[amin]





Monday, March 23, 2009

Telepon Markas dan Logo CiMarT

Berita dari Direktur Keuangan :

Diinformasikan kepada Bapak dan Ibu semua, kemarin sudah dibeli telepon untuk markas UB
Cimart.

Nomor nya: 021-91204105 [belum aktif]

Ada juga kiriman Logo dari anggota kita. Silahkan diberi penialian.
Makasih buat papanya Faris yang telah membuat logo itu.



  1. Tulisan UB Warna Gold Karena Usaha Bersama ini akan Menjadi Ladang EMAS di masa yang akan datang.
  2. Tulisan Ci Merah melambangkan Keberanian kita untuk memulai Usaha
  3. Tulisan Mart biru melambangkan pasaran/market kita seluas Lautan/Langit yang biru
  4. Tulisan UBCIMART semua hurufnya menyambung di karena kita semua saling berkaitan dan selalu bersama
  5. Tulisan Harganya PAS itu bisa di jadikan motto/slogan cimart

Kira kira seperti itulah ide dari sang pencipta LoGo, mungkin rekan-rekan sekalian bisa memberi ide yang lain.

Selamat berdiskusi dan menyumbangkan sarannya.

Sunday, March 22, 2009

Surevy Beras [lagi]

Hari Minggu ini kembali kami survey harga beras. Rencananya mencari alternatif lain dibanding alternatif minggu lalu. Beberapa tempatpun kita sasar.

Yang pertama adalah ke pasar Lemah Abang. Kita datangi grosir terbesar disitu dan kita diskusi masalah harga dan jenis beras yang dapat dipasok.


Sebelum ke pasar, kita sempat mampir ke pembukaan toko salah satu anggota UB CiMarT, CITOYS. Itu adalah sebuah toko mainan anak-anak yang didirikan karena padatnya penduduk di perumahan Graha asri.


Tadinya sih mau menculik salah satu anggota untuk ikut acara survey ini, tetapi melihat situasi dan kondisi, maka kita putuskan berangkat bertiga saja.




Setelah puas berdiskusi dengan penjual beras di Pasar Lemah Abang, perjalanan dilanjutkan ke penggilingan kecil dengan kapasitas 4 ton per hari.




Disini kita bisa mendapat beras dengan harga menengah dan bisa diangkut dengan mobil kecil saja, kecuali kalau peminat untuk beras dengan harga menengah ini porsinya nanti ternyata besar.

Selesai diskusi, kita diajak sholat di Masjid yang ada di depan rumah dan pulangnya diberi oleh-oleh sekotak telur asin "khusus".

Alhamdulillah, minggu ini survey benar-benar penuh dengan makanan dan minuman. Pak Ceppi telah membawa dua kotak makanan ringan yang cukup berat, karena penuh dengan bahan yang bergizi tinggi.

Sangat berbeda dengan minggu lalu yang kelupaan belum makan siang dan tidak ada warung yang cocok di jalan.

Berdasar info dari mas Cahyo, kamipun melanjutkan survey dan meluncur ke tempat yang ditunjukkannya.

Akhirnya ketemu dengan orang yang dicari dan dilanjutkan dengan pergi ke tempat penggilingan yang cukup besar.



Sistem yang dipakai adalah dengan sistem "oven" dengan kapasitas produksi 30 ton per hari. Disini ditemukan beras kualitas tinggi dan harga yang cukup tinggi.

Kelihatannya ini cocok untuk dikonsumsi oleh pembeli yang ingin beras dengan kualitas tinggi. kitapun mengambil contoh 25 kg beras jenis baik ini untuk dipakai sebagai contoh.

Tak terasa waktu sudah sore dan kitapun cepat-cepat pulang, karena anak istri sudah menanti di rumah. Semua makanan sudah kita habiskan tinggal sampah saja yang masih ada di mobil pak Direktur.

Sampai di rumah aku mencoba mengambil hikmah dari survey hari ini :

  1. Perlu beberapa jenis mutu beras agar semua pembeli dapat dilayani, selanjutnya beras yang lebih banyak dikonsumsi yang akan diperbanyak pasokannya.
  2. Perlu kerja keras lagi untuk menjadikan beras dengan kantong 50 kg menjadi kantong 5, 10 dan 20 kg. Kemudian dilihat, ukuran yang mana yang paling disukai oleh pembeli.
  3. Semangat persaudaraan sesama muslim terasa sekali menimbulkan sinergi di antara kita. Yang baru dikenalpun sudah langsung membantu kita dengan segala daya upayanya, tanpa sedikitpun mengharap sesuatu dari kita, bahkan mereka memberi "sesuatu" pada kita.

Akhirnya ucapan terima kasih buat semua pihak yang telah mensukseskan survey beras kedua ini. Semoga menjadi amalan yang baik buat mereka.
Amin.

Saat ini langkah kita sudah jelas terpampang di depan kita. Bekerja dengan cara menjual sembako [beras] sebagus mungkin, semurah mungkin dan sememuaskan mungkin dan tetap mendapat UNTUNG.

Keuntungan dunia itu semoga dapat membuat kita makin bersyukur pada nikmat Tuhan dan dapat membuat kita lebih banyak beramal.
Amin.





Saturday, March 21, 2009

Ladang Bisnis [1]

Pasar kaget Jababeka selalu memberi banyak pemahaman bagi pengunjungnya.

Tanyalah pada orang yang selalu membanjiri lapangan taman Golf itu, jawabannya bisa bermacam-macam.

"Enak tuh untuk ngajak anak-anak main, murah meriah"

"Nyante aja sama kawan-kawan, abis begadang kalau dibawa pulang ke rumah pasti langsung tidur"

"Tempatnya oke untuk olah raga. Kalau capek bisa langsung cari makanan atau minuman"

"Emang ada tempat yang lebih oke dibanding lapangan ini?"

Sekarang coba tanya pada anggota Komunitas Mutiara Insan Mandiri [KMIM]. Apa kira-kira jawabannya ?

"Ini sungguh suatu ladang bisnis yang luar biasa"

"Kita bisa buka satu stand khusus untuk showroom kegiatan UB CiMarT, termasuk kegiatan anggota-anggotanya"

"Bayangkan, semua anggota KMIM ikut jaga stand dan masing-masing menawarkan jualannya dalam suasana yang akrab dan saling mendukung"

"Tak peduli, jualannya sama persis, semangat saling mendukung itu akan memberi pilihan yang menguntungkan bagi calon pembeli"

"Di deretan toko onderdil, semua jualan onderdil dan semuanya laku. Saat ada warung mie yang buka, maka warung mie yang buka kemudian di samping warung yang sudah ada, tetep laku juga"

"Persaingan yang sehat membuat semua warung jadi laku"

"Para anggota KMIM nantinya tidak usah jaga lagi. Cukup titip brosur saja dan pegawai KMIM yang akan menjajakannya"



Dengan kondisi pasar kaget yang terus meningkat pengunjungnya, maka bisa dibayangkan perkembangan pasar yang ada.

Saat ini terlihat pasar kaget ini makin lengkap jenis jualannya. Perkembangan yang sangat pesat ini sangat sayang kalau dilewatkan.




Ayo kita buat Rencana Usaha untuk dijalankan di Pasar Kaget ini. Semoga bermanfaat bagi kita dan bagi lingkungan. Semoga menjadi amal yang baik buat kita semua.
Amin.

Tuesday, March 17, 2009

Dialog setelah membaca Blog UB.CiMarT

Sore ini di milis ada postingan dari pak Dirut sebagai berikut :

daud zainal: Assalamualaikum
Afrizal Syafri: wa'alaikum salam
daud zainal: pak saya mau tanya... cimart sudah berjalan atau belum ?
Afrizal Syafri: ya...
daud zainal: saya bisa ikut investasi ga ?
daud zainal: maksudnya beli saham ?
Afrizal Syafri: tinggal dimana?
Afrizal Syafri: skrg kita baru sewa rumah /gudang
Afrizal Syafri: bisa dibaca di http://cimart.blogspot.com/
Afrizal Syafri: kita baru cari supplier...
Afrizal Syafri: awal april mulai isi toko
daud zainal: kemarin saya sudah buka blog nya, dan saya sangat tertarik..
daud zainal: tapi saya tinggal di Bogor
Afrizal Syafri: berarti hanya sbg pemodal ya pak?
daud zainal: ya betul pak, sebagai pemodal aja
Afrizal Syafri: ok pak...
Afrizal Syafri: minimal 1jt...maksimal 4jt
daud zainal: ok

Begitulah salah satu manfaat blog ini.

Monday, March 16, 2009

Biaya Transport Survey

Ada hal sepele yang disampaikan pak Dirut padaku ketika dia tanya tentang biaya survey.

"Gak usah pak. Gak papa", jawabku. Maksudnya gak usah bayar padaku. Soalnya aku sendiri yang menawarkan untuk pakai mobilku, menjadi sopir para surveyor UB.CiMarT.

"Bukan begitu pak. Ini masalah bisnis", kata pak Dirut pendek.

Kalau diteruskan, mungkin begini lanjutannya,"Semua masalah uang harus dituntaskan. Sehingga ketahuan dimana ruginya atau dimana untungnya. Jangan sampai terlihat untung ternyata karena banyak bantuan, sehingga catatan keuangan yang ada jadi tidak jernih. Bila dijalankan di tempat lain, hasilnya akan berubah".

Begitu mungkin kalau diteruskan.

Akupun meluncur ke POM Bensin dan beli bensin 10 liter, sambil mikir panjang ucapan pendek pak Dirut.

Hmmm... begtu rupanya cara pak Dirut menjalankan bisnisnya. Mirip benar dengan Om BoeN, kawan bapakku yang berdarah Chinese.

Kalau masalah bisnis, maka uang serupiahpun dia hitung dengan teliti. Beda dengan ketika dia mengelola uang untuk urusan non bisnis. Berapapun uang yang dikeluarkan tidak akan dihitung olehnya.

Mungkin dihitung ketika dia sendirian di rumah.

Satu pelajaran lagi kudapat di UB.CIMarT ini.

Pak Anas Negosiasi Rumah UB.CiMarT

Sore ini tanggal 12 maret 2009 Pak Annas mendatangi kembali rumah yang disewa UB.CiMarT di Jl Tarum Barat 1 Blok A4 No 108, sesuai amanah rapat, dilakukan cek ulang dan hasilnya adalah sebagai berikut :

Luas Bangunan sudah dikembangkan menjadi 60 m2.
Luas tanah 90 m2

Rumah sudah dilakukan renovasi di beberapa tempat, sehingga ruangan menjadi 3 kamar, 1 kamar mandi, ada dapur.

Bagian depan jika di sekat dengan triplek bisa jadi kios.

Kondisi lingkungan sekitar, di depan rumah ada apotek, samping kanan ada wartel dan toko kelontong cukup besar, di sisi kiri depan ada warung nasi goreng.

Sudah dilakukan negoisasi dengan pemilik rumah [Bapak Mahidan] yang juga buka wartel di sebelah rumah yang akan dikontrak.

Dari harga 6,5 juta/tahun, akhirnya tercapai kesepakatan di angka 6 juta/tahun.

Masalah pembayaran yang disepakati adalah bayar dulu 6 juta/pertahunnya, kemudian soal penempatan rumah bisa disesuaikan dengan waktu sewa yang ditulis di kontraknya.

Biaya lingkungan 15 ribu/bulan, iuran rt 8 ribu/bulan (silahkan masuk biaya operasional pak arry). Untuk ijin usaha, sementara cukup lapor ke pak RT saja [ini cerita dari pak Mahidan].

Di rumah itu juga sudah ada meja berlaci yang bisa difungsikan sebagai meja kantor, alhamdulillah bonus dari pak mahidan jika kita pakai.

Tinggal cari kursi yang cocok untuk pasangan mejanya. Masalah kebocoran yang mungkin terjadi, bisa komplain langsung ke pak Mahidan,

Mesin "bisnis" CiMarT sudah makin panas, tinggal atur gas dan gigi persneling saja.

Salam